Bitung- Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Kota Bitung, merasa dilecehkan oleh pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulut, di bawah pimpinan ketua, Jackson Kumaat.
Hal ini dikarenakan, hasil Musda XI KNPI Bitung 5-6 September yang lalu yang diikuti oleh 204 OKP dinyatakan tidak sah oleh DPD KNPI Sulut. Selanjutnya oleh KNPI Sulut, dinyatakan menunjuk carateker, Stevi Suawa. Namun ironisnya, tidak ada pelaksanaan Musda lanjutan, tiba-tiba sudah ada SK untuk pengurus baru dan siap dilantik.
“Ini jelas pelecehan terhadap OKP yang nota bene adalah peserta sah di Musda KNPI Bitung. Kalau memang ada Musda kedua karena yang pertama dianggap tidak sah, mengapa kami tidak diundang. Ini terkesan ada konspirasi besar yang dilakukan oleh KNPI Sulut,” ata ketua Pemuda GMIM rayon Bitung, Geraldy Mantiri, SE.
Senada juga dikatakan oleh salah satu pengurus Pemuda Pantekosta rayom Bitung, Dedy Bolang, serta salah satu pengurus Gerakan Pemuda Ka’Ba.
“Tidak masalah KNPI Sulut membatalkan hasil Musda yang pertama. Tapi kalau memang ada ketua caretaker dan dilakukan Musda kedua, kenapa kami tidak pernah menerima undangan,” ungkap Bolang.
Sementara itu, ketua DPC Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI) Kota Bitung, Ridwan Kuemba mengatakan, cara-cara yang dilakukan oleh KNPI Sulut ini menunjukan bahwa KNPI Sulut perlu banyak belajar dalam beroganisasi.
“Kalau seperti ini yang dilakukan oleh KNPI Sulut, berarti mereka perlu banyak belajar dalam berorganisasi, karenya ternyata apa yang mereka lakukan tidak menunjukan profesionalitas dan pemahaman dalam memimpin sebuah organisasi besar, sekelas KNPI,” kata Kuemba. (tim csn)

























