SHS Harap Ide Cemerlang Tercetus dalam Gedung Ini
Manado – Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut baru yang terletak di Kairagi Manado, Senin (13/10/14).
Proyek pembangunan gedung baru ini pada APBD 2014 diplot anggaran Rp35,9 miliar. Pada tender sebelumnya dimenangkan PT Adhikarya. Tapi karena ada sanggahan, maka digelar tender ulang. Sedangkan pada 2013 lalu, anggaran yang disediakan di APBD Rp25 miliar, namun yang terpakai hanya 5 persen karena kontrak berhenti di tengah jalan. Proyek ini oleh Inspektorat dinyatakan sebagai catatan. Meski begitu, Inspektorat tidak menyebut proyek tersebut bermasalah karena kesalahan berada di pihak ketiga.
Dalam sambutannya, SHS mengharapkan gedung Dewan baru yang rencananya akan di tempati akhir tahun 2015 nanti, bisa memberikan ide-ide cemerlang bagi pembangunan Sulut ke depan.
Harapan lain SHS pada para anggota dewan yang akan menempati gedung ini nantinya agar gedung ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan penting yang mengemukakan kepentingan rakyat. Bukan hanya sekedar tempat untuk pamer kekuasaan dan kekuatan.
Gedung yang di bangun diatas tanah Pemprov ini dipilih Gubernur secara langsung dengan pertimbangan penghematan biaya, tanah yang kokoh dan cukup luas, anti banjir. Anggota DPRD harus menempati tempat baru, karena Gedung yang lama sudah cukup tua, sehingga sudah saatnya para anggota dewan menempati gedung baru yang cukup representatif.
Rencananya dalam gedung yang dibangun di lahan seluas 6,6 hektar ini, setiap anggota dewan akan memiliki ruangan sendiri, ruang rapat masing-masing komisi, dan sejumlah fasilitas penunjang kantor lainnya. Gedung ini dibangun dengan konstruksi anti gempa, memiliki 3 lantai.
Turut hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut, ketua DPRD Sulut Steven Kandow, Kapolda Sulut Brigjen Pol P Sinaga, sejumlah anggota DPRD Sulut, pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulut.
Diketahui, gedung baru yang akan di bangun di Kairagi ini bakal menelan biaya Rp 58.792.722.000. Rinciannya untuk pekerjaan arsitektur Rp14.015. 760.154 dan pekerjaan struktur Rp 29.156.307.503 dan pekerjaan mekanikal dan elektrikal sebesar Rp 10,2 miliar, belum termasuk perlengkapan didalam gedung. Sementara itu, Bentuknya menyerupai lambang Sulut yakni pohon kelapa serta komoditi andalan yakni cengkih. Bentuknya juga jika dilihat menyerupai rumah adat, setiap anggota DPRD memiliki ruangan sendiri dan daya tampung ruangan paripurna 1.000 orang.
Sekretaris DPRD Sulut J Palandung saat di konfirmasi mengatakan, pembangunan memang sempat ada sedikit kendala, namun pembangunan akan diusahakan selesai cepat.

























