SHS : Warga Sulut Waspadai Bencana

Manado – Menyusul cuaca ektrim di akhir tahun 2014 ini, memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut mengeluarkan status Siaga Bencana. Pun gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mengingatkan agar seluruh warga Sulut mewaspadai ancaman bencana.

“Jika hujan sudah sampai 3 hari berturut-turut sebaiknya segera mengungsi pada sanak keluarga yang tinggal di daerah aman,”imbau SHS pada sejumlah wartawan, Senin (17/11/2014).

Dalam kesempatan itu, SHS juga kembali mengingatkan agar seluruh warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, daerah perbukitan, pesisir pantai, mewaspadai cuaca ekstrim di akhir tahun 2014 ini.

“Ini fenomena alam yang tidak bisa kita tolak. Kita hanya berharap agar Tuhan selalu melindungi seluruh warga Sulut dari ancaman bencana, sambil mewaspadai gejala fenomena alam. Termasuk, ancaman erupsi gunung Lokon dan Karangetang,”katanya.

Sementara BPBD Sulut, terus melakukan pemantauan disejumlah titik rawan bencana di Sulut. Terutama di Kota Manado. ”Kami akan melakukan simulasi penanganan bencana di halaman kantor BPBD, termasuk berbagai antisipasi jika terjadi bencana banjir, tanah longsor dan erupsi gunung Lokon dan Karangetang,”Kepala BPBD Sulut Ir Noldy Liow secara terpisah.

Ia menyebutkan, saat ini Sulut masuk Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Selain itu, posisi gunung Lokon dan Karangetang status Siaga 3.

“Setelah gempa 7.3 Skala Richter (SR) menguncang Sulut, yang kemudian diteruskan dengan curah hujan yang sangat tinggi, maka Sulut masuk Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Selain itu, posisi gunung Lokon dan Karangetang status Siaga 3,” terangnya.

Liow menyebutkan, pihaknya pasca gempa Sabtu siang, langsung turun memantau lapangan. Terutama pada sejumlah gedung dan kantor layanan publik. Terutama di seluruh Rumah Sakit dan pusat perbelanjaan di Kota Manado.

“Puji syukur tidak ada korban jiwa atau luka berat. Tadi saya di telepon Menteri PDT menanyakan keadaan masyarakat di pedalaman dan pulau –pulau. Saya laporkan, sampai ini di 15 kabupaten dan kota se Sulut, masih aman dan terkendali. Kalaupun terjadi kepanikan, itu bukan karena Tsunami melainkan kaget dan takut akibat gempa. Hal ini juga yang saya laporkan pada Kepala BNPB Pusat, Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekdaprov Sulut,”terangnya.

Khusus antisipasi bencana banjir dan tanah longsor jelas Liow, saat ini pihaknya telah memiliki sejumlah informan yang dilengkapi alat untuk bisa melaporkan secara dini keadaan di lapangan jika terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Mereka tersebar di belasan titik rawan bencana yang ada di Kota Manado.

Sementara status Siaga 3 gunung Lokon dan Karangetang. Pihaknya terus melakukan pemantauan. Terutama pada gunung Lokon.”Status siaga 3 gunung Lokon saat ini, lebih berbahaya karena telah terjadi penyumbatan di lubang kepundan. Ditambah, terjadinya beberapa retakan di seputaran lubang kepundan. Makanya diingatkan agar warga disekitarnya tetap waspada.

Tinggalkan Balasan