by

THL Disperindag Minahasa Tewas Ditikam Usai Hadiri Acara Pemakaman

Minahasa – Naas dialami lelaki Stiv Steven Mamengko (42), warga Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondano Utara. Dia tewas setelah mendapat satu tikaman di bagian perut, Kamis (19/05) malam, di Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Barat.

Informasi diperoleh Cybersulutnews.co.id, Stiv yang merupakan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Minahasa ini tewas setelah sebelumnya berkelahi dengan terduga pelaku lelaki MM alias Ekel dan DA alias Kopral (21), warga Kelurahan Liningaan Kecamatan Tondano Timur.

Kejadian berawal saat pelaku dan temannya lelaki DS menghadiri pemakaman di Kelurahan Wewelen. Selanjutnya, bersama teman-temannya, pelaku pergi ke lokasi ladang pekuburan. Sepulangnya dari ladang pekuburan, Ekel dan Kopral kembali lagi ke rumah duka.

Sekira pukul 18.00 WITA, pelaku dan teman-temannya kembali ke rumah duka kemudian makan bersama, selanjutnya mengkonsumsi minuman keras (Miras). Setelah mengkonsumsi Miras, pelaku keluar dari bangsal rumah duka dan bertemu dengan korban. Entah apa yang melatar belakangi, tiba-tiba terjadi perkelahian antara korban dengan para pelaku.

Merasa sudah dianiaya, pelaku langsung mencabut pisau badik dari pinggangnya yang sudah dibawa dari rumah, kemudian langsung menusuk ke arah perut korban. Akibat dari tusukan tersebut, korban langsung dilarikan ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak bisa tertolong lagi.

Sementara, menurut keterangan salah satu saksi yang berada di lokasi bahwa saat kejadian dirinya melihat terjadi kekacauan. Dimana, saat itu melihat korban yang sedang terjadi adu mulut dengan beberapa orang memegang senjata tajam. Bahkan, dirinya juga sempat menegur korban dan pelaku sebelum terjadi pembunuhan tersebut.

Sementara, Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK melalui Kasat Reskrim AKP Edy Susanto SSos ketika dikonfirmasi, Jumat (19/05) pagi, tak menampik peristiwa pembunuhan tersebut.

“Saat ini dua terduga pelaku dan barang bukti berupa senjata tajam jenis badik sudah diamankan di Mapolres, guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkap Kasat Edy.

Mantan Kasat Reskrim Polres Boltim itu menambahkan bahwa kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 338 KUHP Subsidier pasal 170 dan 351, Juncto pasal 55 dan 56. “Sedangkan ancaman hukumannya adalah minimal tujuh tahun hukuman badan atau dipenjara,” tandasnya.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed