Minahasa – Penjabat Bupati Minahasa, Dr Noudy R P Tendean SIP MSi, melakukan peninjauan langsung kegiatan pembersihan eceng gondok di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Jumat (15/11) pagi.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses pembersihan berjalan dengan lancar dan melihat secara langsung kondisi lingkungan di sekitar DAS Tondano yang terdampak pertumbuhan gulma eceng gondok.
Pemantauan dilakukan dibeberapa titik yang dipenuhi eceng gondok, yang selama ini menjadi tantangan besar bagi ekosistem sungai dan berpotensi menyebabkan banjir di wilayah sekitar.
Bupati Tendean menyatakan bahwa penanganan eceng gondok di DAS Tondano merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan salah satu tugas Pemkab Minahasa untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat bisa maksimal terkait kelestarian lingkungan, sehingga tidak terjadi bencana alam seperti banjir,” kata Bupati.
“Oleh karena, Pemkab Minahasa melakukan peninjauan pembersihan eceng gondok di DAS Tondano dari hulu sungai sampai ke pintu air PLTA Tonsealama, sekaligus mengkoordinasikan dengan pimpinan yang ada disini dan memastikan apabila diakhir tahun curah hujan tinggi yang mengakibatkan debet air danau dan sungai mengalami kenaikan sehingga bisa dilakukan tindakan antisipasi dengan membuka pintu air agar tidak terjadi banjir. Ini hal penting yang kita lakukan koordinasi dengan PLN sehingga bencana yang kemungkinan bisa terjadi dan bisa kita antisipasi,” imbuhnya.
Terkait pembersihan atau pengangkatan eceng gondok, Bupati Tendean menegaskan bahwa itu tetap terus dilakukan, seperti kerja bakti bersama dengan masyarakat dan seluruh OPD, untuk turun bersama sama. Disamping itu, kata dia, dari PLN juga terus melakukan pembersihan eceng gondok dengan berbagai sarana dan prasarana yang ada.
“Kedepan Pemkab Minahasa akan berupaya untuk mengadakan alat yang otomatis, yaitu alat amfibi, sehingga bisa efektif dibandingkan dengan kerja bakti, bahkan kecepatan pembersihan eceng gondok itu berbanding lurus lebih cepat dengan perkembangan eceng gondok yang begitu enpansif yang sangat cepat bertumbuh dan menyebar,” ucapnya.
“Salah satu upaya Pemkab Minahasa yaitu bekerjasama dengan kementerian PUPR atau Kementerian Lingkungan Hidup, untuk mengadakan alat amfibi yang efektif dalam pengangkatan eceng gondok sampai ke akarnya. Diwaktu yang tersisa ini, kami akan ke kementerian PUPR, khusunya Direktorat Sumber Daya Air, dan kita akan membawa proposal untuk pengadaan alat tersebut,” ujarnya.
“Disisi lain, eceng gondok merupakan tumbuhan yang bermanfaat, dan saat ini sudah ada dua investor yang ingin mengolah eceng gondok menjadi pupuk dan makanan ternak, mudah- mudahan diawal 2025 bisa kita lakukan uji coba dipinggir danau terkait pemanfaatan eceng gondok” tutup Bupati Tendean.
Turut mendampingi Bupati, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa Drs Riviva Maringka MSi, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Dr Arody A Tangkere MAP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Vecky Kaloh, Kadis Kominfo Mata M Kainde SH MAP, Kepala BPKAD Joice Pua, Kadis Tenaga Kerja Drs Luvi Rumate MSi, Kabag Pembangunan, Kabag PBJ, Kabag Kesra dan Sekcam Tondano Timur.(fernando lumanauw)




















