Minahasa – Surat edaran Bupati Minahasa terkait himbauan tak membakar lahan nampaknya tak digubris oknum tertentu, khususnya di Kota Tondano.
Pasalnya, sejak sekitar pukul 11.00 wita, Kota Tondano ‘diselimuti’ asap tebal yang diakibatkan kebakaran lahan ‘kano-kano’ yang terjadi wilayah Kelurahan Roong Kecamatan Tondano Timur, Selasa (22/09), yang belum diketahui siapa pelakunya.
Pantauan Cybersulutnews.co.id, hampir seluruh Kota Tondano nampak tertutup asap. Hal ini cukup menimbulkan kesulitan bagi warga yang beraktivitas, karena sangat mengganggu pernafasan.
“Entah ulah siapa ini, nampaknya asap ini sudah sangat mengganggu aktivitas karena juga mengganggu pernafasan,” ujar Herry Tumengkol, warga Tondano.
Sementara, aksi pembakaran lahan yang terjadi di wilayah Roong ini nampaknya sudah sering terjadi belakangan ini. Sebelumnya, Timoty Lumingkewas (16), seorang warga asal Kelurahan Wengkol Kecamatan Tondano Timur bahkan sempat mengeluhkannya.
Sebab, dirinya pada Minggu 13 September pekan lalu sempat mengalami kecelakaan saat berkendara sepeda motor karena menabarak pengendara lainnya yang berhenti ditengah jalan akibat asap tebal di seputaran monumen Benteng Moraya, hasil kebakaran lahan.
“Tidak kelihatan kalau ada yang berhenti juga karena kabut asap, akhirnya saya menabrak kendaraan yang berhenti itu,” ujarnya yang kala itu langsung dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka.
Akan hal ini, Pemkab Minahasa maupun stakeholder terkait pun kemudian diminta untuk memberikan tindakan tegas kepada pelaku pembakaran lahan yang tak mementingkan kesehatan dan keselamatan orang banyak ini.(fernando lumanauw)




















