Tomohon – Pemerhati Pemerintahan dan Politik Kota Tomohon, Judie Turambi, SH menegaskan, Direksi Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon harus melakukan pengurangan karyawan agar beban pengeluaran berkurang. Hal ini ditegaskan Turambi menyikapi kondisi PDAM Tomohon yang menurut penilaiannya berada pada posisi kritis.
“Saya rasa ketegasan dari pihak Direksi sangat dibutuhkan. Karena jika tidak melakukan pengurangan karyawan, beban PDAM terus menumpuk sehingga terjadi kerugian. Mengapa? Pendapatan dari pelanggan atau konsumen, tidak sebanding dengan pengeluaran,” kata Turambi.
Hal lain juga yang harus dibenahi adalah jaringan pipa PDAM yang sudah tidak layak lagi digunakan karena sudah dimakan usia, sementara PDAM tidak memiliki peralatan cangih untuk mendeteksi kebocoran.”Ini membutuhkan perhatian pemerintah,” katanya.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tomohon, Ronny Pandey kepada Media Sulut (MS) belum lama ini mengatakan, untuk biaya pembayaran gaji karyawan saja, PDAM harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 160 Juta lebih. Sementara biaya listrik rutin perbulan yang harus dikeluarkan mencapai Rp. 75 Juta.
“Itu belum ditambah biaya operasional lainnya, jika terjadi kebocoran pipa baik di jaringan distribusi maupun disekitar mata air,” jelasnya. Untuk itu Pandey berharap, setiap konsumen PDAM agar membayar tagihan listrik tepat pada waktunya.(Maria Wolajan)




















