Ungkap Penderitaan, Ratusan Pala-Ketua RT dan THL Kembali Demo Walikota Bitung

received_1157379874307701

Para Pala, Ketua RT dan THL kembali turun kejalan protes kebijakan Walikota Lomban.
Para Pala, Ketua RT dan THL kembali turun kejalan protes kebijakan Walikota Lomban.
Bitung – Ratusan Kepala Lingkungan (Pala), Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Tenaga Harian Lepas (THL) se kota Bitung kembali melakukan demonstrasi tuntut ketidakadilan yang dilakukan Walikota Bitung Max J Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri.

Aksi turun kejalan itu dilakukan pada Senin (29/08/16) di kantor Walikota Bitung, selain membentangkan spanduk protes, ratusan Pala, Ketua RT dan THL juga menggunakan mobil truk lengkap dengan pengeras suara untuk mengungkap berbagai penderitaan mereka karena kebijakan yang dinilai tak manusiawi itu.

Paling miris yang diutarakan para Pala, Ketua RT dan THL yang dipecat Walikota Bitung Max J Lomban adalah kejelasan upah kerja mereka selama 5 bulan terakhir yang belum dibayarkan oleh Pemkot Bitung.

Kordinator Lapangan Lembeh Selatan, Decky Hamise mempertanyakan kepada Walikota Lomban, apa sebab uang insentif tersebut belum dibayarkan, pasalnya APBD tahun 2016 sudah disetujui dan diketuk oleh DPRD Kota Bitung, namun begitu ironisnya uang tersebut belum dibayarkan kepada Pala dan Ketua RT.

“Kami sangat kecewa dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan Max J Lomban sekarang yang tidak pernah mau tahu bagaimana penderitaan Pala dan RT yang telah lama diberhentikan dari tugas kami sebagai Pala dan RT sekota Bitung,” ungkap Hamise.

Sementara itu kordinator Lembeh Utara Bogar Hembitatu, disaat orasinya mengatakan kami tahu persis situasi dan kondisi masyarakat Kota Bitung pada umumnya, sebab dengan jelas Bitung sudah beberapa kali meraih penghargaan adipura yang itu semua salah satu hasil kerja keras Pala dan RT se Kota Bitung dalam membantu tugas Pemerinta Kota Bitung.

“Pekerjaan yang dibebankan Pemkot, menagih pajak, menjaga kebersihan dan menjaga keamanan lingkungan mengurus Raskin masyarakat, tetapi semua itu sirna dan berlalu dari ingatan dan harapan setelah menerima informasi kalau kami Pala dan RT sudah dipecat tanpa penghormatan dan tanpa prikemanusiaan,”kata Hembitatu.

Maritje Theo salah satu Pala Manembo-nembo Atas juga menambahkan, itukah tanda terima kasih Pemerintah Kota Bitung kepada Pala dan RT setelah ‘habis manis sepah dibuang’.

“Kami sangat kecewa dengan Pemerintahan Max J Lomban, bukan penghargaan yang kami terima tetapi penghianatan yang kami terima dengan memberhentikan Pala dan RT yang lama tanpa alasan yang jelas,” ujar Theo.

Aksi damai para Pala, Ketua RT dan THL ini mengundang perhatian dari masyarakat Bitung. Usai melakukan orasi, para Pala, Ketua RT dan THL kemudian membubarkan diri dengan tertib. (ferry bolung)

Tinggalkan Balasan