Manado – Wakil Gubernur Sulut, Djouhari Kansil menghimbau kepada seluruh pejabat pemerintahan di Sulut, terlebih khusus Camat dan Kepala BPBD agar selalu stand by selama 24 jam. Mereka harus bisa membaur dengan masyarakat dan siap melayani 24 jam. Maka dari itu, tidak ada alasan bagi para Camat atau Kepala BPBD beserta jajarannya untuk tidak berada di tempat kecuali dinas luar.
Hal ini disampaikan Wagub menyusul peringatan BMKG bahwa curah hujan di Sulut tinggi hingga bulan Februari 2015. Karenanya Camat dan BPBD harus terus memantapkan koordinasi dan komunikasi yang baik dan intensif serta meningkatkankapasitas kelembagaan pemerintah dan masyarakat, agar dapat meminimalisir resiko bencana yang timbul.
“Saya sudah perintahkan seluruh pejabat dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrim akhir-akhir ini, untuk selalu stand by di tempat, terutama untuk Puskesmas harus siaga penuh sepanjang hari. Demkian pula kantor kecamatan dan BPBD tidak boleh kosong,” kata Wagub usai menghadiri Rakor Teknis BPBD se- Provinsi Sulut yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulut, Kamis (4/12).
Keberadaan pejabat wilayah, lanjutnya, sangat dibutuhkan terutama apabila terjadi keadaan yang mendesak serta segera harus diambil keputusan. Pelaporan harus dilaksanakan dengan cepat.
“Seluruh kejadian harus dilaporkan, dengan demikian kantor tidak boleh kosong. Untuk masalah teknisnya bisa diatur oleh atasan masing-masing. Saya tidak mau ada penanganan terlambat, semua harus dilasanakan dengan cepat dan tepat,” tuturnya.
Wagub juga meminta camat dan kepala BPBD melakukan sosialisasi sampai ke-tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama. Selain itu di sekolah-sekolah, pasar dan hotel yang paling penting harus disampaikan dalam sosialisasi tersebut ketika terjadi bencana apa yang harus dilakukan oleh masyarakat.
Kansil juga tak lupa mengimbau agar masyarakat, di musim penghujan ini mampu menjaga pelestarian lingkungan dengan tidak se-enaknya menebang pohon termasuk pemberian ijin-ijin kepada para pengemban harus di perketat. “Karena dari pemantauan kami banyak alur sungai saat ini terjadi pengecilan karena ulah pengembang. Ini sangat berbahaya apabila terjadinya banjir,” pungkas Wagub.


























