Manado – Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengatakan, menjadi pejabat Pemprov Sulut gengsinya lebih tinggi dibandingkan di pemerintah kabupaten/kota. Tak heran jabatan di Pemprov Sulut menjadi incaran banyak pejabat atau ASN di kabupaten/kota.
Dikatakan Wagub, banyak pejabat kabupaten/kota yang mengajukan diri untuk diakomodir dalam jabatan di pemprov Sulut. Menurutnya, banyak pejabat setingkat eselon 2 di kabupaten/kota yang merengek minta msuk ke provinsi walau hanya mendapatkan jabatan struktural setingkat eselon 3. “Walau turun eselon, mereka mau pindah ke provinsi. Gengsinya kan lebih tinggi di provinsi,” ujarnya.
Karena itu menurut Wagub, pihaknya selektif dalam pengisian jabatan struktural di lingkungan pemprov Sulut. Menurutnya, ada 4 kriteria utama yang jadi pertimbangan ketika mengangkat pejabat yakni, loyalitas, disiplin, pemberian diri dan kompetensi.
Bagian lain, Wagub menegaskan bahwa pihaknya terus berbenah diri dalam management pemerintahan untuk menuju Sulut Hebat. Bahkan, saat ini ODSK membentuk Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP). Dimana tugasnya adalah untuk menguatkan inspektorat dalam hal pengawasan. Satgas ini akan ditugaskan secara khusus baik terbuka maupun tertutup.
“Saatnya kita harus berbenah diri. Tidak ada lagi yang bersikap permisif dalam kinerja ASN. Dan tugas APIP adalah meenguatkan inspektorat dalam hal pengawasan, baik itu dilakukan secara khusus maupun terbuka. Jadi semua aktivitas ASN akan dikontrol dan diawasi,” kata Kandouw.
Pada bagian lain Wagub Kandouw mengingatkan agar para ASN di jajaran Pemprov Sulut, jangan lagi ada yang main potong kompas dalam melaporkan sesuatu pada atasan. Harus dilakukan secara berjenjang. “Jika ada sesuatu yang akan dilaporkan harus berjenjang. Mulai dari eselon IV, kemudian eselon III. Selanjutnya eselon II dan diteruskan pada Sekdaprov Sulut. Setelah itu baru ke Wakil Gubernur dan Gubernur Sulut. Aturan mainnya seperti itu, harus disiplin jangan main serobot langsung pada atasan,”ingatnya seraya menambahkan, jangan hanya memberikan informasi pada atasan “asal bapak senang”.
Pembentukan APIP tersebut tambah Wagub Kandouw bertujuan untuk menegakan disiplin dan management serta kinerja ASN yang ujungnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat Sulut.
Wagub Kandouw yang turut di dampingi Sekdaprov Sulut Edwin Silangen SE MS, serta para Asisten Setdaprov Sulut ini, juga memberikan penegasan akan makna suksesnya Visi-Misi OD-SK yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Sulut, juga komitmen moril pada Pakta Integritas yang telah di sepakati oleh segenap Pejabat yang baru di lantik, untuk sekiranya menjaga “Amanah dan Marwah yang telah di ikarkan.
“Karena apabila kalian melangkahinya maka konsekwensi logisnya, dicopot dan di non jobkan serta wajib dipertanggung jawabkan secara normatif dan bersedia menerima sanksi social,” tegas Wagub Kandouw dengan ekspresi serius.

























