Minahasa – Menjadi wakil Sulawesi Utara (Sulut) dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Regional III Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2016, Desa Kanonang Dua Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa, Jumat (22/07), mulai dinilai oleh Tim Penilai, yang diketuai Valentinus Sudarjanto Sumito SIP MSi, yang turun langsung ke Desa Kanonang Dua.
Dalam acara penilaian tersebut, awalnya kedatangan Tim Penilai ini disambut Camat Kawangkoan Barat Jhonny Tendean MAP dan Hukum Tua Desa Kanonang Dua, di pintu masuk Desa Kanonang Raya. Selanjutnya tim ini diarak menggunakan Roda Sapi yang merupakan alat angkut tradisional khas Minahasa, menuju Balai Desa Kanonang Dua, dimana didepan Kantor Desa rombongan kemudian disambut oleh Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Sekda Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, Asisten I Setdakab Minahasa Dr Denny Mangala SH MSi, Ketua TP PKK Minahasa Dr Olga Sajow Singkoh Mhum, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Minahasa Djefry Sumendap Sajow SH dan sejumlah pejabat Pemkab Minahasa lainnya, serta Perangkat Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan masyarakat setempat.
Tim Penilai yang juga beranggotakan Sekretaris TP PKK Nasional Dra Nursila, Elida Siagian SP, Nur Lailih Sa’adah SSos dan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sulut Muhammad Ruddy Mokoginta SE MTP ini kemudian disambut pula dengan tarian maengket anak-anak sekolah dan diiring masuk ke Balai Desa.
Dihadapan Tim Penilai, Hukum Tua Kanonang Dua kemudian mempresentasikan mengenai profil dan potensi Desa, mulai dari pemerintahan, kewilayahan, pemasyarakatan, sumber daya manusia, sumber daya alam serta hal-hal lainyang menyangkut Desa Kanonang Dua.
Selanjutnya, Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow kemudian dalam sambutannya mengatakan, dirinya berterima kasih kepada Hukum Tua dan masyarakat Desa Kanonang Dua yang boleh menjadi wakil Minahasa dan bahkan wakil Sulut dalam lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Regional III wilayah Kalimantan dan Sulawesi ini.
“Desa Kanonang telah menghasilkan banyak putera puteri terbaik yang bisa duduk sebagai pejabat. Padahal, rata-rata penduduknya hidup dari bertani namun mampu menyekolahkan anak mereka hingga jenjang Universitas bahkan bisa menjadi seorang pejabat. Desa ini bahkan telah dimekarkan menjadi lima desa namun budaya kebersamaannya sebagai satu Desa Kanonang terus dipertahankan,” tukas JWS sembari berharap Desa Kanonang Dua ini bisa menjadi yang terbaik dalam lomba ini dan Hukum Tua nya dapat ikut Upacara di Istana Negara pada 17 Agustus nanti.
Sementara, Ketua Tim Penilai Valentino Sumitro mengatakan, tujuan pihaknya ke Desa Kanonang Dua tak lain untuk mengklarifikasi setiap data yang telah dikirim oleh pihak Kecamatan, Kabupaten bahkan Provinsi ke pihaknya untuk dicocokkan secara riil di lapangan.
“Kami telah mendengar pemaparan yang sangat baik dari Hukum Tua. Harapan kami ini bukan hanya hitam diatas kertas saja sehingga kami perlu buktikan dilapangan sembari memberikan penilaian. Dengan adanya penilaian ini, mudah-mudahan saja Desa Kanonang Dua bisa menjadi yang terbaik, meski sebenarnya tujuan utama dari penilaian ini bukan hanya soal juara saja melainkan dengan tujuan agar kita menjadikan Desa kita yang kita tinggali ini menjadi semakin baik agar masyarakatnya bisa bangga memiliki Desa yang sehat dan baik,” ujarnya.
Usai melakukan pertemuan atau tatap muka langsung dengan pemerintah dan masyarakat Desa setempat, Tim Penilai kemudian menyusuri setiap sudut yang ada di Desa Kanonang Dua ini untuk memberikan penilain mereka.(fernando lumanauw)





















