Manado – Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua Sulawesi Utara dalam demo di kantor gubernur, Selasa (21/10/14) meminta Gubernur SH Sarundajang untuk menghimbau tokoh agama di Sulut agar menyuarakan anti sikap rasis.
Mahasiswa Papua mengungkapkan, buntut peristiwa pertikaian Tataaran, banyak suara berbau rasis dialamatkan kepada mereka. “Kami minta pak Gubernur Sarundajang menghimbau tokoh agama agar dalam khotbahnya bisa mengajak jemaat untuk tidak rasis. Kita ini manusia yang diciptakan Tuhan mulia adanya. Kulit kami memang hitam, keriting rambut kami tetapi kami mulia sebagaimana diciptakan Tuhan,” koar salah satu orator mahasiswa Papua.
Gubernur SHS menyambut baik permintaan mahasiwa Papua ini. Menurut SHS, orang yang bersikap rasis adalah orang-orang primitif. “Kalau ada yang bersikap rasis itu orang kuno, terbelakang. Jangan hiraukan mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Kita ini manusia sama, yang membedakan hanya kulit kita, tetapi kupas kulit kita maka akan ditemukan sama merah sebab darah kita sama, merah,” kata SHS.
Lebih lanjut, menurut SHS, seluruh tokoh agama di Sulut dihimbau untuk bisa menyuarakan suara perdamaian dan anti rasis. “Saya akan kumpulkan tokoh-tokoh agama untuk mempercepat rekonsiliasi antara mahasiswa Papua dengan masyarakat Tataaran di samping akan meminta tokoh-tokoh agama menuarakan anti rasis kepada jemaat,” ungkapnya.
Diketahui, SHS menerima ratusan mahasiswa papua yang melaksanakan aksi damai di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (21/10). Dalam kesempatan ini, SHS menyatakan, menjamin keamanan mahasiswa Papua yang ada di Sulawesi Utara.
Aksi damai ini dilakukan mahasiswa Papua pasca tewasnya seorang mahasiswa saat bentrok bersama warga Tataran Tondano Sabtu lalu. Mereka datang mengunjungi Gubernur karena ini meminta kepastian hukum dan perlindungan bagi seluruh mahasiswa Papua yang menimbah ilmu di tanah Minahasa.
Gubernur memohon kepada mahasiswa papua untuk tetap tenang, karena perristiwa seperti yang terjadi tidak dikehendaki oleh semua pihak, siapapun itu. Gubernur menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan unsure Forkopimda yakni Polisi, TNI dan pihak Universitas Manado guna mengantisipasi hal lain yang tidak diinginginkan bersama.
Gubernur meminta pihak keamanan untuk dengan benar melindungi putra putri Papua yang ada di SUlut, selain itu Gubernur berharap kepada semua mahasiswa untuk berdoa dan menerima kenyataan walaupun keadaan begitu berat, tapi akan berangsur normal kembali.
Sarundajang juga menghimbau kepada ribuan mahasisaw Papua untuk tidak berhenti kuliah dan kembali ke kampong halaman. Gubernur ingin semuanya tetap berkuliah dengan baik, tetap belajar di SUlut, belajar budaya yang baik, setelah berhasil menimbah ilmu barulah kembali ke tanah Papua dan membangun tanah yang dicintai bersama.
Tak lupa juga Gubernur mengingatkan dengan tegas kepada semua pihak untuk menghindari konsumsi minuman keras, karena dapat menyebabkan hal hal yang tidak diinginkan bersama. Pada perrtemuan itu Gubernur juga didampingi oleh Wagub DR Djouhari Kansil, Kapolda Sulut, Danram 131 Santiago, Kabinda Sulut, Kapolres Minahasa, Manado, dan sejumlah pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulut.




















