Manado – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Sulut, Rivay Rompas menegaskan, Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga serta Pemerintah dibawah kendali Gubernur Sulut, SH Sarundajang dinilai gagal dalam menciptakan situasi aman dan nyaman bagi warganya.
Hal itu dikatakan Ketua DPD GAMKI Sulut, Rivay Rompas menyusul terjadinya tujuh tindak pidana pembunuhan yang tergolong sadis yang terjadi di triwulan pertama ini.
“Bukan hanya kasus pembunuhan dan penganiayaan, perkelahian antar kampung (tarkam), serta kejahatan jalanan berupa pencurian dengan kekerasan (curas) juga meningkat,” kata Rivay Rompas kepada wartawan.
Untuk itu, pihak Kepolisian serta Pemerintah didesak mengambil langkah tegas dalam menangani persoalan kamtibmas yang kian rawan terjadi.
“Kami sangat menyesalkan mengapa aksi kekerasan dan pembunuhan terus berlanjut. Masyarakat pada umumnya sudah resah dengan aksi kejahatan ini. Dan ini menjadi PR serta harus diseriusi semua kalangan terlebih kepolisian. Sebab Tupoksinya ada di Polri,” jelasnya.
“Kalau memang ada keseriusan dari aparat kepolisian, kondisi kamtibmas tidak akan terjadi seperti sekarang ini. Kami tahu masyarakat sudah mendukung untuk menjaga kamtibmas, tapi bagaimana dengan upaya kepolisian?. Ini menjadi tugas penting pak Kapolda dan jangan diam,” sambung Rompas dengan nada tegas.
Lebih lanjut ia mengatakan, aksi kejahatan yang terjadi di Sulut merupakan perbuatan keji yang sudah tidak lagi menganggap manusia sebagai ciptaan Tuhan.
Sebab, para pelaku tidak mengenal lagi sikap toleransi dan kemanusiaan. Selain kepolisian, pihak pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat menciptakan terobosan, dalam menjaga stabilitas keamanan di tiap daerahnya.
“Ini sudah sangat ketelaluan. Kalau kejahatan terus meningkat seperti ini, tidak ada lagi kepercayaan masyarakat kepada aparat keamanan. Kemudian pemerintah juga harus serius, menjaga dan melindungi masyarakatnya,” tandasnya.
Menariknya, situasi belakangan yang terjadi, berbanding terbalik dengan pernyataan yang disampaikan Kapolda melalui, Karo Ops Asjima’in SH. Ia mengungkapkan, situasi kamtibmas di Sulut cukup kondusif, bahkan bisa menjadikan contoh untuk daerah lain.
“Keamanan di Sulut kondusif. Upaya pencegahan kejahatan terus dilakukan setiap jajaran,” kata Asjima’in, saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Sulut, Masaki Tani, belum lama ini.
Sayangnya dari data yang dimiliki Cybersulutnews.co.id, terhitung dari Bulan Januari hingga Februari 2015 ini, banyak catatan kejahatan yang dianggap fatal oleh masyarakat.
Baru-baru ini, kasus pembunuhan terjadi di Kota Tomohon. Wanita cantik calon Pendeta, Astry Akay (21), mahasiswi Sekolah Tinggi Teologia (STT) Parakletos Tomohon, meregang nyawa akibat ditikam mantan pacarnya, lelaki AW alias Angga, warga Matani.
Keesokan harinya, kasus yang sama pun terjadi di wilayah Bailang, Kecamatan Tuminting. Sosok mayat yang teridentifikasi bernama Yusuf warga Tumumpa Satu, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting ditemukan tewas dengan 30 luka ditikam. (jenglen manolong)

























