Manado – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membangun kelautan dan perikanan dengan konsep ekonomi biru.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Ronald Sorongan mengatakan Sulut memiliki 15 kabupaten/kota yang berada di kawasan laut.
“Dengan ruangan lingkup laut yang cukup besar sehingga pengembangan blue economy sangat tepat untuk dilakukan,” ujar Sorongan dalam Seminar Nasional Akses Keuangan dan PengembanganBlue Sconomy dan Green Economy bagi Kesejahteraan Rakyat, di Kantor BI Manado.
Dikatakan Sorongan, ekonomi biru yaitu konsep pembangunan ekonomi yang tepat guna menghasilkan pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan perikanan.
“Blue economy diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil serta simultan memelihara daya dukung dan kualitas lingkungan pesisir dan lautan,” jelasnya.
Lanjut ia katakan, dengan demikian pembangunan sektor kelautan perikanan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan mengolah potensi laut tanpa merusak lingkungan.
Katanya, dengan konsep blue economy keunggulannya yakni penggunaan bahan baku dari alam secara efisien, tidak menyisahkan limbah, memberikan dampak sosial yang luas.
“Sistem produksi yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan serta inovasi dan adaptasi teknologi ramah lingkungan,” jelasnya.
Dalam seminar ini dihadiri oleh masyarakat, dunia perbankan, akademisi, pemerintah dan instansi lainnya.














