
Mitra – Investor perusahaan sement yang akan berinvestasi di Kabupaten Mitra, Kamis (10/10) menyambangi Pemkab Mitra. Rombongan investor tersebut bersama konsultan, disambut Bupati Mitra, James Sumendap SH, di ruang kerjannya.
Saat bersua dengan wartawan, konsultan perusahaan, Rubianto menjelaskan bahwa maksud kedatangan mereka yaitu untuk meminta izin ke-pihak pemkab Mitra, sebelum perusahaan melakukan operasi.
“Pada intinya kami sudah siap melakukan operasi, namun kami masih menunggu rekomendasi dari bupati,” jelasnya.
Diungkapkan Rubianto, bahwa nilai investasi yang akan dikucurkan untuk pengelolaan sement didaerah ini, jika dikonversikan ke rupiah sebutnya sekira 6 miliar.
“Dengan tahapan perencanaan untuk produksi pertama sekira dua juta ton sement pertahun,” ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa pihak perusahaan setelah melakukan operasi didaerah ini, akan memprioritaskan tenaga dari dalam daerah Mitra sendiri. Hanya saja sebut dia, para tenaga kerja dari dalam daerah akan diberikan pelatihan, agar dapat memenuhi standart pekerjaan diperusahaan tersebut.
“Ya, sebelum direkrut pekerja yang didominasi tenaga dari daerah ini, tentunya akan diberikan pelatihan,” katanya.
Diungkapkannya lagi, bahwa untuk start awal perusahaan untuk melakukan pembangunan, kata dia, pihaknya akan mendatangkan tenaga dari luar sekira 2000 orang dengan pembuatan bangunan pabrik memakan waktu sekira tiga tahun.
“Kita sama-sama berdoa agar pembangunan pabrik ini, tahun depan sudah akan dimulai,” pintanya.
Saat ditanyakan mengenai bahaya dari limbah pabrik bagi penduduk maupun lingkungan, dia menjelaskan, bahwa untuk pembuatan sement tersebut tidak memakai bahan kimia.
“Jadi tidak ada limbah ataupun polusi lantaran tidak memakai bahan kimia. Jadi, jangan khawatir dengan masalah tersebut,” ucapnya meyakinkan, sembari mengatakan investor dari dalam negeri sendiri, cuma kata dia, akan bekerjasama dengan pihak luar terkait dengan pemasangan alat diperusahaan tersebut.
Lanjut dia menambahkan, daris survey yang dilakukan diseluruh Indonesia, pihaknya memilih daerah Sulut, terkhusus kabupaten Mitra, selain dari sisi keamanan, kandungan batu gamping penghasil sement didaerah ini mempunyai kwalitas tinggi dan beda dari daerah lainnya. “Dari pengambilan sampel kami, bahwa memang bahan yang terkandung dalam isi bumi didaerah ini, masih perawan karena belum tersentuh oleh gempa bumi yang dahsyat,” tukasnya.
Sementara pihak pemkab Mitra, sangat mendukung akan hadirnya perusahaan sement yang disebutkan terbesar di negara ini. Hanya saja sebelum melakukan pengoperasian, bupati meminta pihak perusahaan mempresentasikan pengeloalaan sement tersebut, dihadapan pihak eksekutif dan legislative didaerah ini.
“Jadi kami meminta pihak perusahaan untuk melakukan presentasi terlebih dahulu, baru kita akan menindak lanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tandas Bupati Mitra, James Sumendap SH.(Alfian Tompunu)




















