Banyaknya Wilayah Perbukitan Serta Sejumlah Aliran Sungai Jadikan Mitra Sebagai Daerah Rawan Bencana Longsor Dan Banjir

MITRA,CSN-Data dari BPBD Mitra, ada 19 Desa di 6 Kecamatan yang rawan bencana.Kaban BPBD Mitra Rohana Nou kepada sejumlah Wartawan mengatakan, data tersebut dihasilkan dari pemetaan wilayah bencana antara pihaknya bersama lembaga asal Jepang JICA (Japan International Corporate Agency) beberapa waktu lalu.”Kita telah adakan pemetaan, hasilnya demikian,” kata dia.

Dibebernya, enam Kecamatan yakni Ratahan Timur, Posumaen, Pasan, Touluaan, Touluaan Selatan dan Ratatotok masuk daerah rawan longsor.Disebutnya, Tosuraya serta Lowu yang berada dekat pusat kota Ratahan masuk daerah rawan banjir.Dua daerah rawan banjir lainnya adalah Belang serta Posumaen yang memang terletak di muara sungai.”Ratahan, Belang, Posumaen masuk daerah rawan banjir,” kata dia.

Dari belasan titik longsor di 6 kecamatan, longsor paling banyak terjadi di seputaran Gunung Potong di Kecamatan Ratahan Timur.Di kecamatan Ratahan Timur sendiri, selain Gunung Potong, terdapat sejumlah titik longsor di Desa Pangu 1, Pangu 2 serta Wongkay.”Makanya di sana kami pasang papan peringatan,” ujarnya.

Selain Ratahan Timur, sebut dia, wilayah Touluaan pun harus waspada.Indeks kemiringan di dua wilayah itu mencapai 0,8 hingga 10.Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai atau pinggir tebing untuk mengungsi.”Lebih baik selamatkan nyawa,” kata dia.

Hingga kini, Rohana mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan bencana, salah satunya dengan membangun tanggul sepanjang Lowu hingga Tosuraya.”Kami juga terus memberi sosialisasi pada warga, agar mereka jadi warga sadar bencana,” katanya.

 

Laporan :Alfian Tompunu (Jay)

Tinggalkan Balasan