by

Aborsi Janin Empat Bulan, FR dan GP Diringkus Resmob Minahasa

Minahasa – Dua orang pelaku tindakan aborsi, masing-masing perempuan FR (23) dan perempuan GP (52), beralamat di Kecamatan Tondano Timur, diringkus Tim Resmob Polres Minahasa, Senin (06/09) dini hari, sekitar pukul 01.00 WITA.

Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK melalui Kasat Reskrim AKP Edi Susanto mengatakan, penangkapan terhadap dua pelaku menyusul adanya laporan warga.

“Mendapat laporan, Tim Resmob dibawa pimpinan Kanit Resmob Aiptu Ronny Wentuk langsung terjun ke TKP. Perugas lalu mengamankan pelaku FR tak lain adalah ibu dari janin tersebut, sedangkan GP adalah biang kampung nya,” terang Susanto.

Dari hasil interogasi terhadap dua terduga pelaku, Susanto menjelaskan bahwa, pada hari Jumat 3 September 2021, FR melakukan aborsi janinnya sendiri yang baru berusia sekitar 4 bulan, dengan memanggil GP, yang dijanjikan akan dibayar Rp 600.000 dan beras 10 liter.

“Lalu, sekira pukul 18:00 WITA hari itu, GP datang ke rumah FR dan mengaborsi janin FR dengan cara mengurut-urut di bagian perut sekitar 15 menit, yang kemudian akhirnya mengeluarkan janin secara paksa lewat kemaluannya,” terang Susanto lagi.

“Oleh keduanya, janin hasil aborsi tadi lalu dikuburkan di belakang rumah. FR melakukan aborsi karena takut akibat dari hubungan terlarang dia dengan pria JW (pacarnya), sehingga dia memutuskan untuk melakukan aborsi,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, di bantu oleh inafis Polres beserta piket Intel dan Reskrim melakukan penggalian dan mendapati anak hasil aborsi yang sudah tertutup tanah 2 hari lamanya, kemudian langsung di bawa ke RSUD tondano untuk dilakukan otopsi.

“Selanjutnya tersangka dibawa ke Mako Polres Minahasa dan diserahkan ke piket untuk di proses lebih lanjut,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed