
Tomohon – Letak Kota Tomohon sebagai daerah perlintasan seharusnya ditunjang dengan sarana jalan yang siap pakai. Namun sejak 9 bulan terakhir pasca bencana longsor besar di ruas jalan Tinoor- Manado membuat hambatan bagi warga yang selalu menggunakan jalan ini. Apalagi di hari libur, akhir pekan yang dipergunakan masyarakat untuk akses ke Kota Manado.
“Kemacetan panjang pasti akan selalu terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Apalagi kalau akan melewati dua jembatan Bailey, pasti kendaraan akan berjalan seperti semut,” ungkap Nova warga Tomohon, Sabtu (20/09). Ia mengeluhkan waktu yang terbuang saat melewati ruas jalan ini. ‘”Biasanya normal paling lambat satu jam dari Tomohon ke Manado. Tapi kalau di akhir pekan bisa sampai 1,5 sampai 2 jam,”keluhnya.
Nova pun mempertanyakan tanggung jawab pemerintah dalam rehabilitasi jalan ini. “Sudah sering saya mendapat informasi kalau jalan ini akan diperbaiki, tapi sampai sekarang tak kunjung dilakukan. Jika pun ada kendala-kendala, pemerintah harus memikirkan solusi lain, seperti jalan alternatif lainnya,” terang Nova.
Sebelumnya Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak saat dikonfirmasi wartawan kembali menjelaskan jika pelebaran jalan Tomohon-Manado ditunda sampai tahun depan karna ada pemotongan anggaran dari pemerintah pusat kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut.
“Namun Pemkot Tomohon sudah menyurat ke pemerintah pusat agar mempercepat pembangunan jalan ini,” kata Walikota seraya menambahkan jika pihaknya juga akan segera membuka akses jalan melewati Tinoor. (maria wolajan)


























