Arody Tangkere: Ada Kepsek Sering Perintah Siswa Bawa Makanan Ke Sekolah Silahkan Lapor ke Saya

Minahasa – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Drs Arody A Tangkere MAP merasa geram dengan ulah sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di sekolah tertentu di Kabupaten Minahasa. Pasalnya, dirinya mendapat info bahwa ada Kepsek kerap mewajibkan siswa di sekolahnya untuk membawa makanan dan lain-lain ke sekolah, kala sekolah tersebut sedang ada supervisi ataupun sedang melaksanakan kegiatan lainnya.

Hal ini diungkap Tangkere kepada Cybersulutnews.co.id belum lama ini, kala dirinya dimintai konfirmasi. Menurutnya, dirinya akan menyikapi hal itu dan memberi sanksi bila didapati ada seperti itu.

”Bila didapati ada oknum Kepsek ataupun guru dengan dalih apapun meminta uang atau menyuruh anak didik membawa makanan dan sebagainya dengan alasan keperluan sekolah maka pihak Disdik akan bersikap tegas atas oknum tersebut,” tandasny.

Dikatakan Tangkere, pihaknya tidak pernah memberikan instruksi ataupun menyuruh Kepsek atau guru meminta siswa untuk membawa sesuatu ketika ada kunjungan dan supervisi ataupun pada saat ujian.

”Di setiap sekolah sudah ada bantuan dari pemerintah yakni dana BOS (bantuan oprasional sekolah, red) dan DAK (dana alokasi khusus, red). Sehingga, para Kepsek dan guru jangan coba-coba melakukan pungli terhadap siswa. Karena bantuan yang diberikan baik dari pemerintah pusat maupun daerah cukup untuk oprasional sekolah,” tukasnya.

”Seperti dana BOS, dana tersebut dipergunakan untuk keperluan operasional sekolah didalamnya 13 item dengan rincian; pengembangan perpustakaan, Kegiatan PPDB, Pembelajaran dan Ekstrakurikuler, Ulangan dan Ujian, Pembelian Bahan Habis Pakai, Langganan Daya dan Jasa, Perawatan/Rehab dan Sanitasi, Pembayaran Honor Bulanan, Pengembangan Profesi G/TK, Membantu Siswa Miskin, Pengelolaan Sekolah, Pembelian dan Perawatan Komputer dan Biaya Lainnya,” terang Tangkere.

Tangkere pun mengatakan bakal membawa materi pengeluhan pungutan kepada siswa dalam rapat antar kepala-kepala sekolah dan pemangku kepentingan lainya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan