Bitung – Tekad Pemerintah Kota Bitung untuk meraih kembali kota sehat, menemui sandungan. Kasus gizi buruk terjadi di Kota yang pernah menyandang kota sehat.
Salah satu kasus ini menimpa seorang balita yakni Jesica Damar asal kelurahan Moto Pulau Lembeh.
Dari pengakuan warga Moto, Jesica Damar ini memang berasal dari keluarga yang tidak mampu.
“Kondisi ekonomi mereka memang memprihatinkan apalagi ayah dan ibu balita tersebut, sudah berpisah,” ujar Fery Moha.
Saat diwawancarai, Ester Damar ibu dari Jesica Mengungkapkan memang dirinya tidak mampu untuk memenuhi standar gizi yang layak untuk anaknya.
“Mau bagaimana lagi Suami saya sudah meninggal usai menikah. Saya harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.
Menurut dia, anaknya sudah sakit sejak tiga minggu lalu. Namun karena tidak mempunyai biaya, hanya diobati secara tradisional. “Apalagi dia mempunyai kelainan paru-paru. Terkait kesehatanya saat ini, sedang diperiksa oleh pihak rumah sakit,” jelasnya.
Kepala dinas kesehatan kota Bitung Dr.Frangky Soriton ditemui sejumlah wartawan terkait kasus gizi buruk, membenarkan kejadian tersebut. “Mereka baru pindah ke Moto, usai orang tuanya berpisah. Sebelumnya mereka terdata tinggal di Minut,” katanya.
Ia mengaku pihaknya dalam hal ini Dinkes Kota Bitung sudah membantu keluarga korban dengan memberikan BPJS.
“Terkait penanganan gizi buruk pemkot bitung sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya penyakit seperti ini,” imbuh Soriton.


























