Minahasa – Tiap menghadapi musim panen buah-buahan, banyak pedagang buahan mulai menjamur di seputaran pusat Kota Tondano, yang kemudian membuat suasanan semerawut dan mengganggu lalulintas. Alhasil, sejumlah warga meminta pihak terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpil-PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, menertibkan pedagang musiman tersebut.
Efraim Lengkong (35), warga Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara misalnya. Dirinya kerap merasa terganggu bila pedagang buahan mulai memarkir kendaraan mereka di areal parkir tepatnya di dekat Bank BNI Cabang Tondano. Pasalnya, parkiran kendaraan buahan tersebut kerap mengganggu, baik pengendara maupun pejalan kaki.
“Kami bukan mau menghalangi orang berusaha, tapi berusaha itu juga kan harus ada aturan agar orang lain tidak terganggu, artinya pihak terkait sebaiknya menertibkan para pedagang ini agar Kota Tondano itu tidak semerawut seperti ini,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Pol PP Minahasa yang baru dilantik, Engelbert Raintung ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan segera mengambil tindakan dengan melakukan penertiban.
Diakuinya, saat ini dirinya belum maksimal menjalankan tugas karena baru saja ada pergantian jabatan di Satpol-PP Minahasa dan belum dilakukan serah terima jabatan.
“Saya baru menjabat dan masih menyelesaikan beberapa pekerjaan di tempat yang lama dan beradaptasi dengan jabatan yang baru. Tapi, dalam waktu dekat kami akan melakukan penertiban, bila didapati berjualan didaerah terlarang maka akan ditindak,” ujarnya.(fernando lumanauw)




















