
Jumat (29/05/2015), tiga anggota Barracuda Polda Sulut berhasil menangkap dua pelaku Togel yang sering beroperasi di wilayah Kakas dan Langowan, Kabupaten Minahasa. Keduanya, masing-masing, NS alias Novry (32) dan JM alias Jons (28).
Mereka adalah warga Karondoran, Lingkungan V, Kecamatan Langowan.
Dari hasil pengakuan kedua pelaku, diketahui ada beberapa oknum Barracuda Minahasa, malahan ikut minta jatah. Dua nama yang disebut pelaku, yakni berinisial MP alias Maikel dan Audi. Dibeberkan juga, waktu penangkapan terjadi terhadap salah satu rekan mereka oleh Barracuda Minahasa langsung dilepas hari itu juga.
“Bos yang bayar,” ungkap pelaku, ketika berada di Mapolda Sulut.
Tak hanya itu, dugaan adanya oknum polisi di Polsek jajaran Polres Minahasa yang diduga telah membackup operasi togel mereka, turut dibenarkan kedua pelaku.
“Kalau mo bacair dorang ke Langowan. Tiap dua minggu,” aku pelaku.
Koordinator tim Barracuda Polda Sulut, Kombes Pol Hilman, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap dua pelaku togel, yang memainkan peran sebagai pengumpul.
Mengenai keterlibatan oknum polisi dalam perkara ini, Hilman menegaskan akan menindaklanjutinya.
Mengenai nama Barracuda yang dikenakan Polres Minahasa, dinilai telah mencoreng kerja keras Barracuda Polda Sulut selama ini. Alhasil, kritikan tajam dari kalangan masyarakat pendukung Barracuda Polda sontak terlontar.
“Kalau memang dorang pe kalakuan kaya bagitu nda usah pake-pake nama Barracuda, ganti lain,” tanggap Ronny warga Sario dengan dialek Manado.
Sebelumnya sempat diberitakan kalau peredaraan togel di wilayah Minahasa diduga bebas bergerilya karena adanya indikasi telah dibackup oleh sejumlah oknum polisi Polres Minahasa.
Sayangnya, Kapolres AKBP Ronald Rumondor, begitu dikonfirmasi beberapa bulan lalu melalui telepon seluler via sms, menanggapi hal tersebut sebagai kabar burung.
“Isu itu,” jawab Rumondor, Kamis (26/02/2015) lalu.
Berdasarkan informasi di lapangan, kronologis penangkapan kedua pelaku berawal dari adanya informasi warga. Menindaklanjuti hal tersebut, ketiga personil tim Barracuda Polda lantas terjun ke wilayah Minahasa, Hingga sekitar pukul 12.00 Wita, satu pelaku yakni Novry berhasil diamankan terlebih dulu.
Dengan berbagai trik, tim pun berusaha agar Novry membuat Jons keluar. Menariknya, ketika hendak ditangkap, pelaku malah coba menyuap.
“Dia bungkus itu uang dengan koran, kong dia bilang komandan baru ada ini, nanti besok jo depe sisa, mar pas dia lia nda ada respon kong dia mulai menjauh,” terang salah satu personil Barracuda Polda dalam dialek Manado, sembari menambahkan kalau pelaku sempat memeluk pohon Den saat akan dibawa ke Mapolda.
“Tolong…tolong dia teriak waktu sudah mau dibawa anggota,” tambahnya.
Teriakan tersebut, ikut memancing masyarakat setempat keluar. Beruntung mobil Barracuda Polda sudah ada di lokasi, sehingga warga mengetahui kalau polisi sedang bertugas.
Dalam pengamanan membawa para pelaku ke Mapolda, personil mengakui serta memberi apresiasi terhadap pihak Angkatan Udara yang ada di lapangan saat itu. Sementara, untuk personil Polsek jajaran Minahasa, tak satu pun terlihat.
Pernyataan Kompol Arya, mengenai tugas Barracuda ‘Menyentuh yang belum tersentuh’, beberapa waktu lalu, saat timnya berhasil membongkar penyeludupan BBM jenis minyak tanah di Pelabuhan Manado kembali terbukti. (jenglen manolong)


























