
“Itu semua tidak benar. Saya tidak pernah memeras apalagi mengajak Nita berhubungan intim. Yang dilontarkan Nita di media massa semuanya tidak benar. Itu rekayasa semua,” kata Michael kepada Cybersulutnews.co.id, Sabtu (06/06/2015) malam di Manado.
Ia pun menambahkan, dalam kasus ini, dirinya merasa dijebak. Pasalnya, ketika bertemu Nita di salah satu Hotel di Tomohon, Nita yang diketahui adalah agen judi toto gelap (Togel) sudah bersama dengan anggota Barracuda Polda Sulut.
“Ini sudah di-setting (direncanakan-red). Yang ajak saya ke Hotel itu Nita. Saya juga tidak pernah mengaku anggota Barracuda, jadi tudingan itu semua bohong. Saya heran kenapa saya yang adalah LSM malah ditangkap. Sedangkan Nita yang berprofesi sebagai agen Togel tidak ditangkap,” terang Michael.
“Rekayasa itu dilakukan Nita agar menutupi kalau dia adalah agen judi Togel. Jadi dia mengatakan seakan-akan saya itu telah melakukan pemerasan dan mengajaknya ke Hotel. Padahal dia (Nita) yang mengarahkan saya ke Hotel,” sambungnya.
Ketika diamankan petugas kata Michael, ia belum langsung digiring ke Mapolda Sulut. Melainkan, dibawa ke salah satu Hotel untuk bertemu Kasat Intelkam Polres Tomohon. Di Polda Sulut sendiri, ia lalu dimintai keterangan.
“Setelah kami ketemu dengan Kasat Intel. Kami langsung meluncur ke Polda. Dalam pemeriksaan saya diarahkan penyidik untuk mengakui kalau saya telah melakukan pemerasan dan sebagai anggota Barracuda. Saya dibentak-bentak. Tapi karena saya merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan, saya akhirnya dilepaskan kembali,” kata Michael lagi.
Kepada Cybersulutnews.co.id, lelaki ganteng berkulit putih itu menangis. Ia mengaku stress dengan adanya pemberitaan-pemberitaan sepihak yang menerpanya.
“Jadi semua itu bohong. Saya kasihan pada anak dan istri saya. Anak dan istri saya sampai menangis membaca berita fitnah itu,” ungkap Michael dengan suara sesak sambil menarik napas panjang.
Sedangkan kata Michael, untuk Pami yang sudah berkoar-koar dan menghujatnya di media massa bukanlah pemegang SK.
“Saya merasa lucu, Pami yang selalu menyanyi sendiri di media massa bukan pemegang SK. Jadi kalau mereka ngotot dan mau sindir saya, tanya ke mereka apakah mereka punya SK Menteri atau tidak. Yang sah disini siapa. Atau mereka punya SK dari Menkum HAM yang lain. Jadi koreksi diri dulu baru kritik orang. Saya jadi ketua dengan organisasi resmi Pami dengan SK dari Menteri,” terang Michael. (jenglen manolong)




















