Manado – Hari Jumat (9/5/2025) lalu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Sulawsi Utara, Roy Marhaen Tumiwa berulang tahun ke-60.
Momen sukacita ini menandai pamong senior, inovator dan konseptor memasuki garis akhir pengabdian setelah 40 tahun meniti karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terhitung mulai 1 Juni 2025 ia pensiun.
Beberapa hari sebelum mengakhiri masa tugas sebagai PNS, saya bersama dua teman wartawan sempat menyambanginya di kantor BPSDMD Sulut, Maumbi Minahasa Utara.
Tiba di kantor BPSDMD jam menunjukkan pukul 09.00, kami disambut staf (ibu-ibu) dan dipersilakan duduk sambil ia melaporkan kepada Kepala BPSDMD perihal kedatangan kami.
“So sampaikan ke bapak, batunggu jo kata nda lama, bapak lagi ba konsep (Sudah disampaikan, oleh bapak disuruh menunggu karena sedang mengkonsep),” ujar ibu ini ramah.
Hampir satu jam menunggu, pria yang dikenal sangat bersahabat dengan wartawan ini keluar menjumpai kami.
Setelah berbasa-basi, ia mengajak kami mengikuti dan melihat secara langsung aktifitasnya jelang melepas jabatan di SKPD yang dia pimpin.
Ia mengajak kami meliput kegiatannya menguji presentasi kepala-kepala sekolah SMA/SMK yang tengah mengikuti kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan BPSDMD Sulut.
Dari ruang kantor menuju ruang kelas kami berjalan beriringan menyusuri koridor yang tampak kokoh karena atap yang telah diperbarui dengan ditopang baja ringan yang kuat.
Suara bising dari mesin pemotong rumput mengalihkan pandangan kami ke lapangan yang tampak asri, bersih dan indah dipandang mata karena rumput yang rutin dipangkas dan tanaman bunga di pinggir halaman yang terawat.
Hampir 5 tahun dipimpin Roy Tumiwa, wajah BPSDMD Sulut memang banyak berubah. Sejumlah bangunan telah direnovasi termasuk koridor yang menghubungkan ruangan-ruangan, halaman dan taman yang ditata dan dibersihkan secara berkala.
BPSDM di tangan Roy Tumiwa telah bertransformasi menjadi kampus yang nyaman dan berkelas. Roy Tumiwa berhasil membangun ekosistem BPSDM Sulut, yang ditadai dengan berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kegiatan Pendidikan dan pelatihan di tempat ini.
Tapi bukan hanya bangunan fisik yang membuat Tumiwa layak dipresiasi. Pasalnya, tak menunggu lama sejak dilantik 22 Juli 2020, Tumiwa telah berhasil membawa BPSDM Sulut mendapatkan pengakuan melalui penghargaan dari LAN (Lembaga Administrasi Negara). Tim Akreditasi LAN RI menyematkan dua akreditasi terbaik untuk BPSDMD Sulut.
Dua kategori Akreditasi yang diterima BPSDMD Sulut yaitu, Akreditasi BINTANG I dan Program Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA/PIM 3) meraih Akreditasi A. Penyerahan Surat Keputusan Akreditasi Lembaga dan Program oleh Kepala Pusat Akreditasi LAN RI Dr. Erna di LAN RI, pada bulan Juli tahun 2022.
Yang membangggakan pula, pria yang di masa kepemimpinan Gubernur SH Sarundajang menjadi orang kepercayaan ini, berhasil menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) atau Diklat Pim 2, selama 3 tahun teakhir, karena telah terakreditasi.
“Ini bisa diwujudkan setelah penantian belasan tahun karena tekad untuk menjadikan BPSDMD centre of excellent dan laboratorium kompetensi birokrat Sulut dalam rangka mewujudkan visi dan misi Gubernur,” kata Tumiwa sambil mengajak kami mengikutinya ke ruang kelas di mana para Kepsek SMA tengah mempresentasikan hasil visitasi mereka ke sekolah unggulan.
Tumiwa langsung duduk di kursi penguji dan menyimak dengan seksama presentasi kelompok Kepsek. Usai salah satu kelompok presentasi, Tumiwa langsung menyela dan memberi tanggapan atas presentasi tersebut.
Beberapa catatan dan koreksi langsung ia berikan. Tak hanya itu, arahan dan motivasi pun ia berikan. Birokrat yang terkenal sebagai pemikir ini saat memberikan arahan dan motivasi bagi para kepsek seringkali melontarkan bahasa Inggris dengan style yang up to date.
Ketika menanyakan sesuatu kepada kepsek, tak jarang Tumiwa sedikit marah. Namun, gayanya tesebut malah disegani. “Roh, jiwa dan marwah pendidikan itu ada pada bapak dan ibu (para kepsek),” kata Tumiwa di hadapan para kepsek.
Kepada wartawan di sela kegiatan ini, Tumiwa mengatakan bahwa mutu sekolah akan maju, bila didukung dengan kompetensi. Roy Marhaen Tumiwa mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Kepsek yang memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni, yang bermuara pada peningkatan mutu sekolah di Sulut.
Para kepsek takjub akan wawasan dan keilmuan yang dimiliki Tumiwa. “Ilmu yang ditransfer kepada kami ini, sangat berguna dipraktekan untuk kepemimpinan sehari-hari.
Kepemimpinannya wajib jadi teladan. Sayang Pak Roy otaknya masih fresh tapi sudah masuk masa purna bhakti,” kata seorang kepsek peserta pembelajaran.
Ia lalu meminta kami mewawancarai Sekretaris BPSDMD Sulut, Audy Pangemanan dan Kabid Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Leilany Makalew dan meminta ijin untuk balik ke ruangan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan dan meminta kami untuk menyusul kemudian.
Kami bberbincang panjang lebar dengan 2 orang anak buah Tumiwa.
Terkait atasannya, Sekretari BPSDMD Sulut, Audy Pangemanan mengatakan, sosok Roy Tumiwa merupakan pemimpin panutan.
Menurutnya, wawasan dan keilmuan yang mumpuni dimiliki Tumiwa masih sangat dibutuhkan BPSDMD dalam mendidik dan melatih birokrat yang ada di daerah ini.
“Sayangnya beliau sudah mau pensiun. Kami berharap masih berlanjut menjadi pejabat fungsional karena beliau sempat mengikuti seleksi fungsional utama dan meraih nilai tertinggi. Tapi pak Kaban memilih untuk tidak melanjutkan dan mau purna bakti. Yah kita hormati pilihan beliau,” ungkap Pangemanan.
Senada, Kabid Leilany Makalew menyampaikan apresiasi terhadap ‘bosnya’tersebut. Menurut dia, seniornya tersebut bisa mengayomi mereka di BPSDMD.
“Banyak motivasi yang ia berikan bagi kami. Beliau selalu memberikan inspirasi bagi kami tentang bagaimana kami menata organisasi dan membangun sumber daya aparatur di daerah ini,” ungkap Makalew.
Roy Tumiwa memang dikenal sebagai pejabat smart. Ia memulai karir PNS pada tahun 1985. Selalu menjadi terbaik dalam diklat-diklat yang diikutinya.
Karirnya melejit sepulang dari tugas belajar S2 di UNJ Jakarta dan meraih gelar MPd, di mana ia diangkat menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan (Kabag TUP) saat alm. Johanis Kaloh menjabat sebagai Sekretaris Provinsi. Di masa itu, jabatan Kabag TUP sangat sentral perannya. Di TUP, menjadi seorang konseptor yang disenangi pimpinan.
Dinilai berhasil di TUP, Roy kemudian dipromosi ke jabatan eselon 2. Ia diangkat Gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS) sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut di usia yang terbilang muda 40 tahun.
Tumiwa menjadi orang dekat dan kepercayaan SHS. Ia banyak memberikan advice kepada orang nomor 1 Sulut kala itu. Ia juga dipercaya menjadi juru bicara Gubernur SHS.
Lebih 4 tahun dipercaya sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Humas, Tumiwa berhasil membawa Pemprov Sulut dua kali juara Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Ini adalah laporan yang dibuat oleh pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, berisi capaian kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran. Laporan ini digunakan sebagai sarana akuntabilitas, evaluasi, dan pelaporan kinerja pemerintahan daerah. Ia juga berhasil menyusun design tata kelola daerah otonom di daerah Nyiur Melambai.
Ia sempat 2 kali ditawari menjadi Penjabat Kepala Daerah oleh Gubernur SHS tapi urung karena ia menolak. Sesuatu yang pernah ia sesali tetapi kemudian ia syukuri sebagai maksud Tuhan yang indah bagi dia.
Ia kemudian dipromosi menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut pada tahun 2011 di periode ke-2 Gubernur SHS menjabat. Di BKD Tumiwa berhasil membuat pola karir pegawai yang diatur dalam Peraturan Gubernur.
Setelah dari BKD Tumiwa digeser ke tempat ‘basah’ sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulut. Di Bapenda, Tumiwa melakukan berbagai terobosan dalam rangka optimalisasi Pendapatan Daerah. Ini membuahkan hasil dengan beberapa kali target pendapatan naik secara signifikan. Bahkan di era Tumiwa target PAD bisa tembus di atas Rp, 1 Triliun. Padahal ketika ia pertama menjabat target PAD masih berkutat di angka Rp. 400-an Miliar.
Setelah Gubernur Olly Dondokambey menjabat, Tumiwa digeser ke Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik. Di sini Tumiwa berhasil membuat kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (e-Government) (SPBE) Provinsi Sulut. Ini adalah konsep dan upaya pemerintah untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan pelayanan publik. Tujuan SPBE adalah meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.
Dari Kominfo ia sempat beralih jabatan menjadi Staf Ahli Gubernur dan kemudian dilantik sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan kemudian ke BPSDMD.
Di BPSDMD Prinsip “the right man on the right place” kena tepat ke Tumiwa. Ia orang yang tepat di tempat yang tepat. Karena di tangan Tumiwa, BPSDM Sulut kian menunjukkan kualitasnya dalam membentuk birokrat handal di daerah Nyiur Melambai.
BPSDMD Sulut bertransformasi menjadi Kawah Candradimuka (dalam cerita pewayangan tempat di mana Gatotkaca, yang semula wujudnya seperti raksasa, direndam untuk menjadi lebih kuat dan gagah perkasa. Di dalam kawah, Gatotkaca mengalami perubahan, termasuk kehilangan sifat raksasa dan menjadi seorang satria perkasa. Kawah Candradimuka juga menjadi tempat di mana Tetuka (yang kemudian menjadi Gatotkaca) dibesarkan oleh para dewa, mendapatkan berbagai pusaka, dan dipersiapkan menjadi seorang pahlawan).
BPSDMD telah menjadi tempat menempah dan membentuk birokrat yang unggul. BPSDMD Sulut bahkan terbukti bisa mencetak agen-agen perubahan di pemerintahan daerah Sulawesi Utara.
Dalam 40 tahun sebagai PNS yang separuhnya dalam jabatan eselon 2 Roy Tumiwa lalui dengan terus berinovasi. Ia mengaku bekerja dengan inisiatif tidak bergantung pada perintah atasan ataupun kendor karena anggaran yang terbatas. Bukti teranyar, walau tidak disuruh dan anggaran yang tidak ditambah selama 3 tahun terakhir, ia terus berinovasi dan berhasil melaksanakan Latihan Kepemimpinan Nasional (PKN) 3 kali berturut.
Setelah wawancara dengan Sekretaris dan Kabid (Pangemanan dan makalew), kami kemudian menjumpai Tumiwa di ruang kerjanya.
Kepada kami, suami tercinta dari Pendeta Marheany Mawuntu menyampaikan kegiatannya nanti ketika pensiun. Menurutnya, ia mungkin akan menjadi supir pribadi yang siap sedia mengantar istri pelayanan.
“Yang terberat nanti tentu adalah penyesuaian. Menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru. Karena selain dari sisi pendapatan finansial yang berkurang jauh, pensiun pasti akan diperhadapkan dengan kondisi kehilangan power. Biasanya ada staf yang siap sedia dimintai tolong, tetapi setelah pensiun semua harus dilakukan sendiri,” ungkap Tumiwa.
Walau berat, ia yakin bisa melaluinya karena ada Tangan yang besar yang menolong yaitu Tangan Tuhan. “Saya juga akan mengisi pensiun dengan berolahraga main bulu tangkis, bertani dan mengunjungi akan-anak di Jakarta,” ujarnya.
Pria kelahir 9 Mei Tahun 1965 di desa Rumoong Atas Kecamatan Tareran mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada wartawan yang telah menjadi mitra kerja strategis dalam ia meniti karir birokrat.
“Dari lubuk hati yang paling dalam saya ucapkan terimakasih, mohon maaf juga bila ada kesalahan, kekurangan, kekhilafan selama ini,” ujarnya
Pria yang juga akan segera melepas jabatan Kepala BPSDMD Sulut ini pun meminta wartawan untuk mendukung suksesornya.
“Pak sekretaris (Audy Pangemanan) kemungkinan besar akan menjadi Plt menggantikan saya. Mohon teman-teman bantu dia,” pinta Tumiwa
Selamat purna tugas Drs. Marhaen Roy Tumiwa, MPd. Pamong smart yang selalu bersahabat.

























