
Bitung – Polemik pemecatan ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) dan Kepala Lingkungan (Pala) serta RT di Kota Bitung terus bergulir bagai bola liar.
Pasalnya aksi turun kejalan yang dilakoni para THL Satpol PP, Pala dan RT yang memprotes serta kecewa dengan pemerintahan duet Walikota dan Wakil Walikota Bitung, Max J Lomban dan Maurits Mantiri atau disebut pemerintahan ‘MAMA’ ini bakal menjadi ‘bom waktu’ bagi orang nomor satu dan nomor dua di kota Cakalang untuk saling bergesekan.
Sebab terkabar, Maurits Mantiri yang dikenal dekat dengan semua kalangan ini bak ‘kebakaran jenggot” dengan adanya aksi ‘bersih-bersih’ yang disinyalir dilakukan oleh orang-orang dekat Walikota Bitung Max J Lomban terhadap para THL, Pala dan RT tersebut.
“Ini kalau dibiarkan akan menjadi titik awal pak Lomban dan Mantiri saling bersitegang dan selisih paham. Belum ditambah hal lainnya yang bernuansa kental perkuat lingkaran politik dari keduanya,” ungkap aktivis Kota Bitung yang meminta namanya tak dipublis ini.
Malah tokoh Bitung ini mengutarakan, gesekan sudah ada dari keduanya namun belum ditunjukan secara terang-terangan, dan ini bisa diperuncing dimasa awal pemerintahan maupun sampai akhir nantinya, jika ada yang dominan antar keduanya.
“Tinggal melihat apakah Pak Maurits Mantiri bisa menyikapi secara sabar atau bisa menunjukkan kekuatannya pula. Sebagai contoh ketika dimasa Walikota Hanny Sondakh dan Wawali Robert Lahindo yang saling bergesekan karena perbedaan jalan pikiran serta dominasi keduanya. Yah semoga saja tidak demikian bagi Lomban-Mantiri,” jelas sumber yang juga kecewa terhadap perekrutan THL, Pala dan RT yang sarat permainan bahkan merugikan warga Bitung yang sudah mengabdi.
“Bisa saja dugaan kasus-kasus lama akan bergulir kembali yang dimainkan oleh kekuatan lain dari orang-orang dalam lingkaran kedua pimpinan Bitung saat ini,” timpalnya lagi.
Namun demikian Walikota Max J Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri terlihat sampai saat ini masih menunjukan kekompakan mereka. Seperti pantauan cybersulutnews.co.id saat perayaan HUT RI Ke-71 di Kota Bitung.
Sementara itu ratusan THL, Pala dan RT terus akan melakukan aksi mereka sampai benar-benar kedua pimpinan warga Bitung tersebut kembali melakukan kajian dalam perekrutan THL, Pala dan RT yang benar-benar objektif serta jauh dari dendam politik.
“Sudah saatnya tidak ada sekat-sekat antar pendukung pada waktu lalu, dan walikota dan wakil walikota terpilih tidak memainkan politik dengan hanya mengakomodir orang-orang kedua dari penguasa di Bitung itu,” pinta salah satu THL yang meminta namanya dirahasiakan karena perjuangan mereka masih panjang. (ferry bolung)


























