Manado – Operasi Pasar (OP) beras yang dilakukan oleh Bulog dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan digelar sampai dengan harga beras kembali normal.
“Kami akan gelar OP sampai dengan harga kembali normal,” ujar Kepala Bulog Divre Sulut Yayan Suparyan di Pasar Bersehati, Kamis pekan lalu.
Suparyan menambahkan OP Pasar digelar setelah mendapat instruksi dari pemerintah pusat untuk menjaga kestabilan harga.
“Oleh karena itu masyarakat harus memanfaatkan OP beras, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena harga yang dijual cukup murah, yaitu Rp 7.400 per kilogram,” ungkapnya.
Untuk membeli beras jenis medium tersebut masyarakat bisa memilihnya berat 5 kilogram, 10 kilogram dan 15 kilogram. Oleh karena itu memang harus dimanfaatkan dengan baik.
Dipilihnya Pasar Bersehati dan Karombasan, karena dua pasar tersebut yang menjadi sentra masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sehingga dengan demikian memudahkan masyarakat untuk membeli beras murah.
Nantinya selain di pasar juga akan dilakukan di pemukiman-pemukiman warga di kabupaten dan kota di Sulut, namun hal tersebut nantinya akan bekerjasa dengan Disperindag Sulut untuk penjadwalannya.
“Kami siap kapan saja melakukan OP,” tuturnya.
Untuk ketersediaan beras saat ini menurutnya cukup untuk tujuh bulan kedepan. Sebab digudang Bulog terdapat 28.000 ton beras, sedangkan setiap bulannya konsumsi masyarakat Sulut 4.000 ton per bulan. Oleh karena itu masyarakat dan pedagang tidak perlu takut ketersediaan beras, karena mencukupi. Apalagi dalam waktu dekat Bulog akan menyerap beras petani di Sulut., dengan demikian ketersediaan semakin bertambah.(tmc)




















