Bupati ROR: Eceng Gondok Sudah Jadi “Penyakit Kronis” Dari Bupati ke Bupati

Minahasa – Penanganan Eceng Gondok di Danau Tondano hingga saat ini masih jauh dari kata memuaskan, meski segala upaya sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dari tahun ke tahun.

Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi menyebut bahwa persoalan Eceng Gondok di Danau Tondano ibarat penyakit kronis dari Bupati ke Bupati, dari periode ke periode, yang hingga saat ini belum dapat disembuhkan.

Hal ini diungkap Bupati ROR kala melakukan tatap muka rutin dengan para wartawan yang melakukan peliputan di biro Minahasa, Jumat (07/05) pagi, bertempat di GOR Sasaran Tondano.

“Di satu sisi, dana kita terbatas, apalagi ketika dilanda pandemi COVID-19. Sementara, dengan dana yang minim atau terbatas, sama halnya seperti menabur garam dalam lautan. Tidak maksimal,” ujar ROR.

Untuk itu, kata Bupati ROR, upaya keluar terus dilakukan Pemkab Minahasa demi penyelamatan Danau Tondano, seperti membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Pusat.

“Saya belum lama ini ke Dirjen SDA di Jakarta. Tujuan utamanya adalah membicarakan penyelamatan Danau Tondano. Mudah-mudahan tahun ini APBN tidak mengalami recofusing sehingga anggaran penanganan Eceng Gondok sebesar Rp 20 Miliar tahun ini, bisa direalisasikan Pemerintah Pusat,” terang Bupati.

Lanjut kata ROR, Pemkab Minahasa tahun ini diakui memang agak lambat memulai penanganan Eceng Gondok di Danau Tondano, karena keadaan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Namun demikian, kata dia, Pemkab Minahasa melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), telah mengalokasikan Rp 2 Miliar untuk program Padat Karya, dengan melibatkan masyarakat di seputaran Danau Tondano.

“Kami memberikan program Padat Karya untuk keterlibatan masyarakat yang saat ini tidak bekerja karena dampak COVID, khususnya mereka yang ada di seputaran Danau Tondano. Selain itu, kami juga meminta keterlibatan masyarakat, karena ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah saja,” ujarnya.

ROR pun kemudian menyinggung para pemilik jaring apung di Danau Tondano agar terlibat berpartisipasi, jangan hanya membiarkan Eceng Gondok berkembang leluasa di sekitar jaring apung tempat berusaha.

“Penyelamatan Danau Tondano adalah tanggung jawab kita semua. Jadi, mari kita mengambil tanggung jawab ini untuk Danau Tondano bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply