
MITRA-Pihak Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tidak mau lagi kecolongan terhadap kasus rabies yang sempat di tetapkan menjadi kejadian luar biasa.
Menyikapi hal ini, Pemkab Mitra lewat Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), tengah mempersiapkan sejumlah kader kesehatan di tiap Desa.
Dikatakan Kepala Distanak Mitra, Zetly Tamod bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pelatihan guna kader pencegah rabies. “ ini bagian dari strategi sekaligus upaya pencegahan penyakit rabies yang menjadi perhatian Pemkab Mitra,” kata Tamod.
Terkait hal ini, Ia mengajak masyarakat untuk menunjang upaya pemberantasan penyakit uang sangat mematikan ini, dengan turut proaktif melakukan vaksinasi hewan peliharaan anjing. “ memang sebelumnya harus diakui, kendala yang dihadapi dilapangan adalah kurangnya sikap kooperatif warga yang mengijinkan hewan peliharaan untuk di vaksinasi,” kata Dia.
Lebih jauh dikatakan Tamod bahwa pemberantasan penyakit rabies juga dilakukan pihaknya sebagaimana yang telah tertuang dalam Pergub No. 14 tahun 2008 dan Perbup Mitra No. 3 tahun 2012 No. 3a, tentang pemeliharaan hewan yang beresiko rabies, antara lain dalam peraturan dikatakan hewan harus memiliki surat keterangan pemilikan dari kepala desa atau lurah, kemudian diikat atau tidak dibiarkan lepas, diberikan vaksinasi secara rutin dan berkala dan memiliki kartu vaksin. “ jadi ini kasus rabies tak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, melainkan dukungan deari semua pihak,” terang Tamod.
Sementara Kabid Produksi Peternakan Ir Ratnajati Asnawi mengatakan vaksinisasi sudah berjalan di Kecamatan Tombatu, Touluaan, Touluaan Selatan, Ratahan, Pasan, dilakukan dengan menyuntik secara berkala. “Yang sudah divaksin sudah 6000 anjing dari populasi berjumlah 14, 670. Kendala di lapangan banyak pemilik yang tidak ijinkan anjing mereka untuk di vaksin dengan alasan tidak di tempat atau anjingnya berada di kebun.
Kedepan tinggal Silian raya, Ratatotok, Tombatu Utara,” katanya. “Sebenarnya hewan kalau sudah ikat aman, jadi hanya dia sendiri tidak menggigit. Dilepas makanya berbahaya rabies,” kuncinya.

























