Diduga Dikpora Minsel Tahan Dana Jambore

Tak Berkategori

Minsel – Masih terkatung-katungnya realisasi dana Jambore Nasional Panjat Tebing di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minahasa Selatan, menimbulkan kecurigaan panitia, sehingga menduga sengaja ditahan.


Betapa tidak perhelatan Jambore Panjat Tebing dan Vertical Rescue yang pertama kali digelar skala nasional ini, sejak kegiatan 23 sampai 28 Januari 2013 lalu hingga kini tak kunjung dicairkan.


“Kami menduga pencairan dana jambore sengaja di tahan di Dikpora Minsel,” tuding Cheris Werupangkey anggota paniti.


Senada dikatakan ketua harian, Sanly Lendongan dan Sekretaris Ricky Ulaan yang menyayangkan Dikpora Minsel terkesan sengaja menahan pencairan dana jambore panjat tebing yang jelas-jelas tertata dalam APBD Minsel senilai Rp 250 juta. “Terus terang hingga kini peserta terus menerus mempertanyakan realisasi sertifikat, bahkan panitia di cap tidak bertanggung jawab,” terang mereka.


“Padahal panitia sudah menjelaskan terkendala pencairan dana di Pemkab Minsel, namun karena sudah hampir 6 bulan tak kunjung ada pencairan maka peserta pun seakan tidak mempercayainya,” ungkap keduanya dengan nada kesal.


Perlu diketahui, tim teknis dari Indonesia Climbing Expedition-Vertical Rescue Indonesia pimpinan Tedi Ixdiana yang berhak mengeluarkan sertifikat.  “Belum bisa merealisasikan sertifikat, dikarenakan belum membayar yang menjadi hak mereka,” jelas Ulaan.


“Kami harapkan dana yang sudah ada agar segera dicairkan agar nama baik Minsel tidak tercoreng, dimana sebagian besar peserta jambore nasional panjat tebing dari luar daerah diantaranya Jogjakarta, Bandung, Makasar, ternate, Padang tak putusnya mempertanyakan sertifikat,” tukas Ulaan.


Sementara itu, Kepala Dikpora Minsel Handry Lumapow ketika dikonfirmasi mengatakan, anggaran pihaknya berhati-hati mengeluarkan tersebut, takut ada temuan BPK. Apalagi sebagian anggaran jambore berbeda nomenklatur. “Dalam anggaran ada untuk kompetisi, sementara kegiatanya berupa pelatihan. Olehnya perlu ekstra hati-hati mencairkan dana tersebut,” ujarnya. 

Tinggalkan Balasan