Manado – Lembaga internasional United Nations Emergency Children’s Fund (UNICEF) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut mulai mengkampanyekan Imunisasi Campak dan Rubella di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulut.
Hal ini dilakukan melalui Temu Media bertajuk Kampanye Nasional Imunisasi Campak dan Rubella Provinsi Sulut 2018, Jumat (20/7/2018) di Manado.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut melalui Kabid Kesehatan Masyarakat selaku Plh Kadis, dr Rima Lolong Mkes mengatakan, Provinsi Sulut menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran pelaksanaan kampanye Imunisasi Campak dan Rubella pada tahun 2018 bersama dengan 7 Provinsi lainnya di luar pulau Jawa.
Mengutip sambutan Kadis Kesehatan dr Debbi Kalalo Mkes, dr Rima Lolong mengatakan, kampanye Imunisasi Campak dan Rubella di Provinsi Sulut ditargetkan bisa mencapai 100 persen. Hal itu, dapat tercapai bilamana semua elelmen masyarakat di daerah merespon positif kampanye dan pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella ini.
Dr Halik Malik MKM, konsultan UNICEF mengatakan, Kampanye dan pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella menyasar 70 juta anak Indonesia. Hal ini dilakukan UNICEF dengan tujuan agar anak Indonesia sehat dan menjadi generasi yang cerdas, produktif yang diharapkan bangsa ini.
Untuk Provinsi Sulut UNICEF dan Dinas Kesehatan Provinsi akan menyasar 591.775 anak di 15 kabupaten dan kota. Untuk itu, perlu komitmen bersama dan dukungan dari elemen masyarakat. Ini terbukti juga dengan dilakukannya penandatanganan bersama baik dari UNICEF, Dinas Kesehatan Sulut, IDI (Ikaatan Dokter Indonesia) Sulut, MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sulut, Sinode GMIM, Komda KIPI Sulut, PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Sulut, FKUB Sulut dan JIPS (Jurnalis Independen Pemprov Sulut).
Dalam pemaparan terkait Imunisasi Campak dan Rubella, Dr dr Hesty Lestari SPA (K) dari Komda KIPI Sulut menjelaskan risiko dan dampak negatif jika balita dan anak-anak tidak diberikan Imunisasi Campak dan Rubella.
“Tahun 2000 kematian anak-anak di dunia akibat campak berjumlah 562.000. Indonesia berada di peringkat ke-6 angka kematian paling tinggi,” jelas dr Hesty Lestari.
Penyebaran virus ini melalui percikan ludah dan batuk yang disertai tanda tanda seperti demam, bercak kemerahan, batuk, pilek.
Solusi untuk pencegahan penyakit Campak dan Rubella hanya dapat dilakukan melalui imunisasi pada anak-anak di usia 9 bulan, lanjutan imunisasi usia 18 bulan, bias kelas 1 SD dan tambahan MR.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemprov Sulut Christian Iroth meminta para wartawan untuk ikut mengkampanyekan Imunisasi Campak dan Rubella kepada masyarakat Sulut.
Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella mulai dilakukan di Provinsi Sulut, sementara pelaksanaan Imunisasi mulai dilakukan pada tanggal 1 Agustus s/d September 2018. Tahap pertama dilakukan di sekolah pada anak usia sekolah PAUD, SD, SMP bahkan SMA di Sulut dan pada bulan September 2018 dilakukan di Puskesmas dan Pos yandu untuk usia bayi 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun.




















