Dinas Kabupaten/Kota di Sulut Diminta Telusuri Pembukaan Jurusan Sekolah tanpa Izin

Manado- Kesiapan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam penyelenggaraan jenjang pendidikan menengah terus dilakukan.

Bahkan dalam pengembangan pendidikan baik guru, sarana prasana yang ada disekolah. Demikian pula Badan Akreditasi Sulut melakukan telaah.

Namun sangat disayangkan beberapa Kabupaten/Kota masih kurang mengawasi menjamurnya sekolah yang berdiri, membuka dan menutup jurusan, diduga tanpa ijin dari Dinas setempat.

Menurut sumber terpercaya, salah satu SMK Mitra Nusantara Manado yang baru berdiri telah menerima pendaftaran siswa baru.

Saat dikonfirmasi salah satu panitia SMK Mitra Nusantara Manado mengakui baru kali pertama sekolah tersebut membuka peserta didik baru.

“Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup sebelum siswa didik aktif 6 juli 2015 mendatang,”ujarnya.

Adanya hal, Kadis Diknas Sulut Asiano Gemmy Kawatu SE MSi mengatakan berdirinya sekolah menengah di Kabupaten/Kota masih merupakan pengawasan dinas setempat.

“Sangat disayangkan apabila membuka sekolah tampa ijin,”katanya kepada Cybersulutnews.co.id Kamis (2/6/2014)

Kabupaten/Kota diminta untuk meninjau kembali sekolah yang diduga membuka tanpa ijin.

Lanjut Mantan Kadis Sosial Sulut menambahkan, penanganan pendidikan menengah yang akan menjadi kewenangan Sulut nantinya akan dikaji kembali baik jenjang SMA/SMK.

Tepisah pemerhati pendidikan DR Max Rindengan menegaskan apabila sekolah tersebut tak memiliki ijin merupakan sekolah illegal.

“Sebab dalam membuka sekolah pasca peralihan sekolah menengah yang akan ditangani. sesuai ketentuan harus dikaji berbagai hal diantaranya sarana prasarana, kurikulumnya dan guru pengajar,” terangnya sembari mengatakan apabila sekolah tersebut tak memiliki ijin yang dirugikan masyarakat.

Diketahui di Kota Manado, Dinas Pendidikan Kota Manado tak mengetahui beberapa sekolah negeri dan swasta mendirikan sekolah dan membuka maupun menutup jurusan diduga tanpa ijin.(tian)

Tinggalkan Balasan