
Dari keenam tersangka dua adalah wanita cantik, yakni PP alias Pricilia alias Ci Mey (29), ML alias Merry (22), sementara empat lainnya pria dengan berinisial AYT alias Abdul (24), FT alias Feby (30), HI alias Hasanudin (42) dan RN alias Randy (22).
Dari tangan keenam pelaku, Barracuda berhasil menyita sejumlah uang tunai sebesar
Rp 24.152.000,- rekapan togel Sidney dan Handphone milik tersangka. Enam tersangka
itu diamankan di kamar nomor 111 Hotel Sahid Manado.
Dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sulut, Kombes Pol
Hilman, para tersangka merupakan target operasi (TO) Barracuda. Karena,
setiap kali dilakukan pengejaran dan penangkapan pelaku selalu lolos.
Terungkap pula, bahwa dari ke enam tersangka, Ci Mey warga yang berdomisili di
Kelurahan Bitung Karang Ria, Lingkungan II merupakan bandar besar yang sering
beroperasi di Kota Manado, sedangkan lima tersangka lainnya hanya pengecer.
Untuk melancarkan bisnis judi tersebut, mereka menggunakan hotel berbintang, bukan
di rumah seperti yang dilakukan bandar-bandar Togel lainnya. Itu dilakukan tersangka untuk mengelabui polisi.
“Dari pengakuan tersangka, penghasilan mereka selama 30 hari mencapai Rp
724.560.000. Dan setahun Rp 8.815.450.000,-. Hasil itu hanya merupakan Togel Sidney. Jika ditambahkan dengan togel Hongkong dan Singapura dalam setahun totalnya
mencapai Rp 26.446.350.000.000,-” kata Hilman.
“Bandar togel ini sudah beroperasi lama, katanya sudah bayar pengamanan sehingga
bandar ini merasa aman, saya akan terus mengungkap dan melakukan pengembangan
bandar-bandar yang masih berkeliaran di luar,” sambungnya sembari menambahkan
pihaknya akan berusaha memerangi judi Togel yang dinilai marak terjadi di Sulut.
Dari pantauan Cybersulutnews.co.id, usai ditangkap di kamar Hotel, ke enam
tersangka yang merupakan dua wanita cantik dan empat pria itu langsung digelandang
ke Mapolda.
Ketika masuk di ruang pemeriksaan, mereka terlihat tegang dan menutup wajah dengan
sehelai kertas. Ci Mey dan Merry yang kala itu mengenakan pakaian seksi hanya diam
dan terus menutup wajah dengan sehelai kertas dan tak mau memberikan komentar. (jenglen manolong)



























