Manado – Di tengah duka yang menyelimuti Bumi Karangetang, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) tak tinggal diam.
Senin sore ini (5/1/2026), armada bantuan logistik raksasa diberangkatkan dari Pelabuhan Manado menggunakan Kapal Glory Merry pukul 16.00 WITA, menuju Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang porak-poranda akibat banjir bandang mematikan.
Yang membuat pengiriman ini istimewa adalah sentuhan kemanusiaan dari Ny. Anik Yulius Selvanus, Ketua Pembina Posyandu Sulut.
Ia secara pribadi menyusun paket gizi spesial untuk kelompok rentan: 50 dos susu lansia, 50 dos susu ibu menyusui, 50 dos susu remaja, dan 50 dos biskuit bayi.
“Kami tahu, di pengungsian, anak-anak dan lansia paling rentan kehilangan gizi. Paket ini bukan sekadar makanan, tapi harapan agar mereka tetap kuat bertahan dan bangkit,” ujar Ny. Anik dengan penuh empati saat mengawasi pengemasan.
Kolaborasi lintas instansi semakin memperkaya bantuan.
Dinas Sosial dan TP-Posyandu Sulut menyumbang 40 paket susu Anlene, 90 bungkus biskuit Regal, 50 kasur, 50 selimut, serta 50 paket kidsware, ditambah stok dapur umum seperti biskuit, mie instan, minyak goreng, dan air mineral.
Pemprov Sulut sendiri mengirim 6.000 kg beras (5.000 kg dari Dinas Pangan, sisanya dari BPBD dan Dinas Sosial), 140 kasur/matras, 200 selimut, 50 terpal/tenda, 400 paket makanan siap saji, 500 paket lauk pauk, 40 dos ikan kaleng, 10 dos minyak kelapa, 200 paket makanan anak, 200 family kit, dan 100 paket kidsware.
Tak hanya barang, tenaga ahli ikut dikerahkan: 5 personel medis dengan 5 paket obat dari Dinas Kesehatan, 4 personel TRC BPBD, 3 personel Tagana Dinas Sosial, plus 2 unit alat berat untuk evakuasi dan pembersihan puing banjir.Gubernur Yulius Selvanus memimpin langsung respons ini.
“Atas nama pribadi dan pemerintah provinsi (pemprov) sulut, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. kami sangat prihatin dan memastikan bahwa pemprov sulut hadir untuk memberikan perlindungan serta bantuan penuh selama masa darurat hingga pemulihan nanti,” tegas Gubernur Yulius dalam keterangannya.
“Koordinasi intensif terus kami lakukan dengan pemerintah kabupaten sitaro, tni, dan polri agar evakuasi dan penyaluran bantuan tepat sasaran. kami semua berdoa agar cuaca segera membaik,” tambahnya.
Tragedi ini merenggut 11 nyawa, 4 orang hilang, dan 18 luka-luka—dua di antaranya luka berat yang segera dievakuasi ke RS Manado. Kecamatan Siau Timur paling parah, meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta kampung-kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.
Banjir bandang dipicu hujan deras 5 jam nonstop, yang memicu luapan debit air bercampur material berat.Pemkab Sitaro telah tetapkan Status Tanggap Darurat 14 hari untuk percepat mobilisasi.
Aksi cepat ini diharapkan meringankan penderitaan dan percepat pemulihan, membawa cahaya harapan bagi warga Sitaro.

























