Format Pengadilan USA Diterapkan PN Manado

Vincentius Banar

Manado, Cybersulutnews- Pembenahan interal di Pengadilan Negeri (PN) Manado dipercepat. Sesuai data PN Manado, kepuasan masyarakat atas putusan pengadilan terkait perkara 2017 mencapai 95 persen. Guna meningkatkan standar pelayanan, PN Manado terapkan format survey pengadilan Amerika Serikat (AS).

Hal ini diungkapkan, Hakim Juru Bicara (Jubir) PN Manado Vincentius Banar, Kamis (25/01) kemarin. Banar mengatakan, survey yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Januari 2018, terbagi dalam tiga kelompok.

“Pertama, untuk stakeholder pengadilan berjumlah sekitar 300-400 orang. Kedua, internal pengadilan dengan responden 100-an orang. Ketiga, kombinasi keduanya. Margin of error diharapkan kecil, dibawah dua persen,” katanya.

“Format survey diambil langsung dari standar pengadilan Amerika Serikat, lembaga bernama National Center For State Courts,” sebut Banar.

Kenapa menggunakan format survey dari luar negeri, jelas Banar, sudah sesuai aturan.

“Memang telah ditentukan aturan Kementerian Aparatur Negara RB, ada panduan format umum survey bagi kementerian/lembaga negara,” terangnya.

“Hal ini sudah dilakukan PN Manado, saat mencapai akreditasi pengadilan beberapa waktu lalu, dan dinyatakan lulus,” sambung Banar.

Menurut dia, sekarang ini survey sudah lain.

“Survey dahulu untuk tingkatan nasional, sekarang level internasional. Ketua PN Manado Edward Simarmata, sedang membidik bulan,” ucapnya.

Yang jelas, papar Banar, survey yang dipakai sekarang adalah standar yang dipakai peradilan unggul tingkat dunia.

“Artinya, standar kerja PN Manado sedang diukur. Apakah sudah memenuhi syarat internasional, atau tidak. Jadi, hasil survey ini akan dipakai untuk mengukur, sampai sejauh mana index kepuasan, baik external/pengguna, maupun internal pengadilan/ASN,” ujarnya.

Dikatakannya, kelemahan yang diperoleh dari hasil survey, akan masuk dalam Analisa Resiko yang harus dibenahi. Jika ditemukan keunggulan, menjadi pengingat bahwa PN Manado sudah berjalan di trek yang benar.

“Survey ini baru dua dari 13 tahapan yang wajib dipenuhi persyaratan untuk menjadi anggota kelompok pengadilan elite dunia International Consortium For Court Excellence (ICCE). Dimana, seluruh pengadilan unggulan setiap negara, berkantor sekretariat eksekutif di kota Melbourne Australia,” tambah Banar.

Apalagi, kata Banar, Mahkamah Agung RI, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Dr Herri Swantoro, telah mengeluarkan surat edaran bagi Pengadilan Negeri seluruh Indonesia, yang mewajibkan menjadi anggota”.

“Kita di Indonesia Timur tidak mau kalah. Membawa nama Sulawesi Utara (Sulut), terlebih di Kota Manado sedang menuju kesana. Bidikan kita tepat mengarah ke jantungnya. Lurus sekali,” sebut Banar dengan nada optimis.

Untuk itu, dirinya berharap dukungan doa masyarakat Sulut sangat diharapkan.

“Karena langkah PN Manado masih jauh. Semoga berhasil,” harapnya.

Memang sesuai amatan harian ini, pembenahan PN Manado, pascadijabat Edward Simarmata, berjalan senyap. Cara ini seolah menjadi ciri khas Simarmata. Tanpa gembar-gembor, namun hasilnya langsung terlihat. Mantan KPN Kepanjen itu, tidak hanya memperhatikan tampilan luar, tapi juga mendorong agar setiap hakim dan ASN pengadilan, dapat memberikan kemampuan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. (Marend)

Leave a Reply