
Minahasa – Harga LPG 3 Kilogram (Kg) di Kabupaten Minahasa jauh dari harga eceran tertinggi (HET) serta kuota tak merata, karena dinilai tak terkontrol pemerintah. Sehingga, hal ini kerap merugikan masyarakat sebagai konsumen.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minahasa, bakal mengumpul seluruh agen LPG di Minahasa, untuk melakukan pembahasan HET dan kuota.
Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Minahasa, Philip Siwi SE, kepada CSN, Selasa (06/05) menuturkan, pembahasan harga sekaligus kuota, bersama para agen dan pihak pangkalan ini bakal dilakukan dalam waktu dekat di bulan berjalan ini.
“Ini agenda sangat penting untuk kepentingan rakyat banyak. Direncanakan pekan depan atau dua pekan depan pertemuan akan dilakukan,” tuturnya.
Disinggung terkait adanya pangkalan-pangkalan ilegal yang disinyalir kerap mempengaruhi harga dan kuota LPG 3 Kg di Minahasa, Siwi menuturkan, hal tersebut akan masuk agenda pembahasan.
“Tentunya, selain pihak agen, kamipun akan memanggil seluruh pangkalan di Minahasa. Selain itu, akan melakukan inventarisir pangkalan,” tuturnya.(fernando lumanauw)


























