
Mitra- Pengeluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji jenis 3 kg, berdampak juga didaerah Minahasa Tenggara (Mitra). Dimana warga mengaku saat ini, sulit mendapatkan gas elpiji tersebut. Kalaupun ada, harganya terbilang sudah melambung tinggi dengan harga bervariasi 35-40 ribu pertabung, untuk jenis epiji 3 kg. Itupun kata warga, hanya bisa didapati pada pengecer lantaran dipangkalan sudah kehabisan stok.
Ini diakui Alfendy Rayo, warga Ratahan, pada CSN, Kamis (9/1). Dia mengaku heran dengan gas elpiji yang harganya sudah tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (Het) yang ditetapkan oleh pihak Pertamina. “Dipangkalan memang stoknya dinyatakan sudah habis oleh pemilik. Padahal saya sangat mebutuhkan gas tersebut, untuk kebutuhan dirumah,” keluhya.
Namun lantaran gas tersebut sangat diperlukan olehnya, meskipun harganya terbilang mahal dan hanya bisa didapatkan pada pengecer saja, dia terpaksa membelinya. “Ya, karena menjadi kebutuhan mendesak gas tersebut terpaksa saya beli,” ujarnya.
Dia menduga, ada permainan harga oleh pengecer dengan pangkalan. Lantaran memanfaatkan situasi harga gas yang menjadi permasalahan nasional saat ini. “Saya menduga harga ini sengaja dipermainkan oleh pengecer,” semburnya.
Untuk itu, Rayo meminta pihak pemkab Mitra untuk menindak lanjuti akan pengeluhan ini. Karena ini sudah sangat keterlaluan yang jelas berdampak pada masyarakat. “Dimintakan pihak pemkab, melalui instansi terkait agar dapat turun lapangan dan menindak tegas pengecer maupun pangkalan yang berani mempermainkan harga gas elpiji itu,” pintanya.(Alfian Tompunu)

























