Minut – Pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan pemerintah, membuat warga Minahasa Utara semakin kuatir. Pasalnya harga cabe merah dipasaran dari Rp 60 ribu/kilo naik menjadi Rp 125 ribu/kilo.
Pantauan Cybersulutnews.co.id harga cabe merah mengalami kenaikan hingga seratus persen dari harga sebelumnya hanya enam puluh ribu rupiah per kilogram, kini menjadi 120 ribu rupiah/kilogram.
“Harga ini bergerak naik karena kurangnya pasokan dari Gorontalo. Dan terpaksa para pedagang harus membeli cabe merah yang berasal dari Sulawesi Tengah dan Ternate,”ucap Will dan Jhon, dua pedagang pasar Airmadidi.
Menurut mereka harga bahan pokok lainnya seperti,beras super win 8500/liter, beras sutan 8000/liter, minyak kelapa 12 ribu/ kilo, telur 1200/butir dan 1350/butir tertinggi. Sedangkan bawang merah dan putih dipatok 20 ribu/klonya. Sementara mujair dan kakap merah dijual 25 ribu per kilo.
“Bahan-bahan yang kami jual selain cabe tidak mengalami kenaikan karena banyaknya stok yang masuk. Dan kabarnya minggu depan semua bahan pokok ini akan bergerak naik” tutupnya.
Direktur PD Klabat Wlliam Luntungan SE selaku pengelola pasar tetap memantau harga bahan pokok yang dijual.
“Kenaikan harga sembako tetap kami pantau,”jelasnya.
Kepala dinas Perindag Drs Revino Dondokambey,saat dimintai keterangan menjelaskan, pihaknya setiap hari terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional.
“Kami tetap memonitor harga bahan pokok yang ada di pasar-pasar. Yang pasti kami menjamin ketersediaan bapok sampai jelang natal nanti” jelas Dondokambey.(eca gops)





















