Jawab Keluhan Warga, Wawali Turun ke Jalan Lakukan Sosialisasi Kepada Sopir Angkot

Wawali Harley Mangindaan saat berbincang dengan salah satu sopir untuk mensosilisasikan tarif angkutan dalam Kota Manado yang baru (foto:ist)
Wawali Harley Mangindaan saat berbincang dengan salah satu sopir untuk mensosilisasikan tarif angkutan dalam Kota Manado yang baru (foto:ist)

Manado – Wakil Walikota Manado, Dr Harley Mangindaan, Kamis (8/1), menggelar sosialisasi bagi sopir angkutan kota (Angkot) yang enggan menurunkan tarif sesuai SK Walikota, Vicky Lumentut nomor 01 tahun 2015 pasca diturunkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ketika menggelar sosialisasi di Jalan Sam Ratulangi Manado, Wawali mengatakan, selain menjawab keluhan masyarakat yang mengeluh akibat para supir Angkot yang masih menggunakan tarif lama, hal yang dilakukan Wawali juga bagian dari pengamanan SK yang diterbitkan Walikota.

“Ini bagian dari mengamankan SK Walikota serta menjawab keluhan warga yang ternyata masih begitu banyak mengeluh soal sopir angkot yang masih patok tarif lama, sementara sudah ada penyesuaian tarif baru menyusul harga BBM turun,” kata Wawali ketika menggelar sosialisasi.

Untuk itu Wawali berharap agar supir Angkot bisa mentaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah Kota Manado.

“Para sopir jurusan Sam Ratulangi pusat kota yang sempat saya tanyakan soal tarif baru ternyata tidak keberatan, mereka berharap SK Walikota yang baru yang cantumkan tarif sekarang bisa ditempelkan di setiap angkot mereka agar tidak ada kebingungan di masyarakat,” kata Wawali yang murah senyum itu usai berinteraksi dengan beberapa supir Angkot.

Usai menggelar sosialisasi, Wawali dan Kasat Lantas Polresta Manado, AKP Aidit Djafar kemudian menertibkan kendaraan yang memarkir kendaraan dengan sembarang di badan jalan.

“Arus lalulintas bisa terhambat kalau sudah ada kendaraan parkir bukan pada tempatnya. Saya himbau agar warga Manado pemilik kendaraan untuk bisa bekerjasama. Sayang jika ditilang pihak kepolisian, karena sudah ada waktu yang ditetapkan kapan bisa parkir dan kapan tidak,” tutup Wawali yang dikenal akrab warga Kota Manado itu.(jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan