Minahasa – Jonathan William Nelwan, siswa Sekolah Menengah Pertama Advend Desa Watulaney, utusan Kecamatan Lembean Timur akhirnya tampil sebagai terbaik pertama lomba Pidato Bahasa Daerah, dalam rangka Festival Kebudayaan Pesona Minahasa 2017, yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Minahasa, Jumat (17/02), bertempat di rumah peninggalan sejarah Loji Tondano.
Jonathan berhasil menyisihkan 37 pesaing lainnya setelah tampil memukau dihadapan para Dewan Juri, juga Sekretaris Daerah Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi yang hadir mewakil Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi yang membuka acara ini secara resmi, serta dihadapan para Kepala SKPD di Minahasa yang hadir dan tamu undangan lainnya.
Kemudian, juara kedua diraih Josua Gabril Palar, siswa SMA Negeri I Langowan, mewakili Kecamatan Langowan Timur dan juara ketiga diraih utusan Desa Tondegesan, Kecamatan Kawangkoan Utara atas nama Magda Juwita Runtuwarow, SMA Negeri Kawangkoan.
Ketiga pemenang tersebut memperoleh Tropy plus uang tunai, dimana Juara I memperoleh Trophy Bupati Minahasa dan Uang Tunai Rp 3.000.000, Juara II memperoleh Trophy Wakil Bupati Minahasa dan Uang Tunai Rp 2.000.000, dan Juara III memperoleh Trophy Sekdakab Minahasa dan Uang Tunai Rp 1.000.000. Selain juara I, II dan III, ada pula kategori Juara Favorit dengan hadiah Handphone dan hadiah menarik lainnya.
Sekda Korengkeng dalam sambutan diawal kegiatan ini mengatakan, pelaksanaan lomba ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memaknai Tahun Visit Pesona Minahasa 2017. Dimana juga bertujuan membangun kecintaan tou Minahasa khususnya generasi muda terhadap bahasa daerah yang merupakan kearifan lokal.
“Perkembangan jaman membawa kita pada era dimana ilmu pengetahuan dan teknologi bertumbuh secara pesat. Kekeliruan mulai muncul karena kearifan lokal yang menjadi ciri khas anak bangsa mulai luntur. Padahal kita memiliki latar belakang sejarah kedaerahan yang patut dibanggakan. Untuk itu, melalui kegiatan seperti ini, kecintaan kita terhadap bahasa daerah kembali bergairah,” tukas Korengkeng.
Sementara, Plt Kepala Disbudpar Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi memberikan apresiasi atas keikutsertaan para peserta dari unsur Kecamatan se-Kabupaten Minahasa dalam mengikuti lomba ini. Dikatakannya, peserta lomba ini memang sengaja dibatasi dari unsur Kecamatan saja mengingat waktu pelaksanaan hanya satu hari, sehingga kalau dibuka umum dan peserta mencapai ratusan orang akan tidak mencukupi waktunya.
“Dengan peserta merupakan perwakilan tiap Kecamatan, diyakini bahwa yang telah diutus oleh tiap Kecamatan ini adalah yang terbaik di Kecamatan tersebut,” pungkasnya.
Diharapkan Tumundo agar melalui Lomba Pidato Bahasa Daerah ini akan menjadi salah satu cara dalam upaya kita bersama melestarikan kebudayaan Minahasa. Sebab menurutnya, tujuan dari lomba ini juga untuk mengembangkan minat dan bakat generasi muda Minahasa terhadap kecintaan bahasa daerah.
“Di era saat ini masih lebih mudah mencari peserta Lomba Pidato Bahasa Inggris daripada mencari peserta Lomba Pidato Bahasa Daerah,” kata Tumundo. (fernando lumanauw)




















