
Minahasa – Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS), membuka dengan resmi Seminar Nasional Pendidikan Politik, yang digelar Gereja Protestan Indonesia (GPI), bekerja sama dengan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Senin (23/06), bertempat di GMIM Imanuel Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupateb Minahasa.
Kegiatan yang diawali dengan ibadah dipimpin oleh Sekum BPMS GMIM Pdt Hendry Runtuwene STh MSi dihadiri oleh Kepala Bappeda Sulut, Ir Roy Roring MSi, mewakili Gubernur Sulut, Ketua BPH GPI, Pdt. Dr Semuel Benyamin Hakh, Sekretaris BPH GPI, Pdt. Lisje Sumampouw MTh, para Ketua Sinode dari 12 Gereja anggota GPI se-Indonesia dengan utusan pesertanya, para Kepala SKPD dan Camat se-Minahasa serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, JWS mengatakan, politik itu tidak kotor, tetapi pribadi manusia yang terkadang banyak salah dalam membawa diri ketika terjun kedalam dunia politik. Dikatakannya, pendidikan politik saat ini sangat penting karena diperuntukkan bagi warga gereja dan bukan untuk elit saja, sehingga warga gereja yang terjun ke politik ini diharapkan dapat menjadi garam dunia.
“Saya tegaskan di sini bahwa politik itu tidak boleh masuk dalam gereja, tapi sebagai warga gereja harus berpolitik, agar dapat berperan sebagai penentu kebijakan dan pengambilan kepustusan di negara ini,” kata JWS.
Usai pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan penyajian materi kunci oleh Gubenur Sulut, yang disampaikan oleh Kepala Bapeda Sulut Ir Roy Roring MSi.(fernando lumanauw)


























