Bitung- Sejumlah warga kelurahan Tendeki, Kecamatan Matuari, mengaku kecewa dengan penetapan batas wilayah Bitung Bitung-Minut, yang terletak di Tendeki-Rok-rok (Minut).
Pasalnya, penetapan batas wilayah tersebut dinilai merugikan masyarakat Tendeki. Pemerintah kota Bitung dianggap tidak mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat Tendeki.
“Kami warga Kelurahan Tendeki jelas sangat kecewa dengan penetapan batas wilayah ini, karena lahan pertanian kami sudah masuk di wilayah Desa Rok-rok, Kabupaten Minut,” ujar Eddy Sondakh, tokoh masyarakat Tendeky.
Lanjut dikatakannya, mayoritas penduduk kelurahan Tendeki adalah petani, yang kini sudah kehilangan lahan pertanian.
“Kami sebagai petani dan kelompok tani Tendeki bingung mau kemana? Kami warga Tendeki Bitung, sedangkan lahan pertahanian kami sudah berada di Desa Rok-rok Kabupaten Minut. Bagaimana dengan masa depan petani dan kelompok tani Tendeki,” kata Sondakh.
Selain itu kata Sondakh, dengan penetapan batas wilayah ini, merekai tidak bisa memperoleh bantuan kredit ban, terutama para kelompok tani, karena obyek lahan pertanian sudah berada di Rok-rok.
“Apa ini ada didalam kesepakatan? Pemerintah kota Bitung tidak memikirkan nasib kami,” tegasnya.
Oleh karena itu kata Sondakh, untuk menyambung hidup mereka, dengan tetap bertani, maka terpaksa mereka harus menjadi warga Desa Rok-rok, kabupaten Minut.
“Kami harus menjadi warga Rok-rok, karena harus mengikuti lahan pertanian kami,” pungkasnya. (hezky)

























