Kejari Kantongi Tersangka Korupsi PD Pasar Manado 2013-2014

Budi Panjaitan

Manado,Cybersulutnews- Aib dugaan korupsi Perusahan Daerah (PD) Kota Manado tahun 2013-2014 terus digenjot oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado.

Meski hingga kini, masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Utara (Sulut), namun Korps Adhiyaksa besutan Budi Panjaitan, ternyata telah mengantongi calon tersangka dalam perkara ini.

Hal itu turut dibenarkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipdsus) Melly Suranta Ginting, ketika ditemui awak media diruang kerjanya. Sayangnya, dirinya belum membebe ditanya siapa saja dan berapa jumlah tersangka yang akan dijebloskannya ke rumah tahanan. Dirinya masih enggan berkomentar lebih.

“Belum bisa dijelaskan. Tapi untuk calon tersangka kita sudah kantongi. Kita masih tunggu hasil dari BPKP,” jelas mantan Kasipdsus Kejari Kotamobagu ini.

Diketahui pengembangan kasus ini terkuak melalui persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado yang menyeret mantan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, JK alias Kowaas, dan telah divonis 1,6 tahun atas penyalahgunaan anggaran tahun 2012-2013.

Kowaas dalam keterangannya dipersidangan menjelaskan, ada belasan miliar rupiah pada anggaran tahun 2013-2014 yang juga tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Ia pun menyebut dana tersebut berasal dari kegiatan harian pasar, jasa kebersihan, jasa listrik, sewa ruangan dan jasa kebersihan ruangan MCK, juga ada uang perikatan kontrak, sewa ruangan kios dan ruko yang tidak bisa dipertanggungjawabkan

Kowaas juga membeberkan kalau mantan Direktur Umum (Dirum) DS alias Didi juga pernah melakukan peminjaman ke pihak Bank BRI sebesar Rp 1,2 miliar pada tahun 2014. Menurutnya, ada beberapa item yang dananya sudah ditagih, tapi tidak disetorkan ke bagian keuangan, dengan total yang belum dipertanggungjawabkan oleh DS berjumlah Rp18 miliar lebih. (Marend)

Leave a Reply