Manado -Enam bulan berjalan musim kemarau, Sejumlah sekolah Adiwiyata memanfaatkan air seadanya. Sebagai sekolah adiwiyata tentunya memanfaatkan air pompa yang dimiliki sekolah.
Hal ini dikatakan Kepala SMPN 7 Manado Ernst Kairupan,SPd kepada wartawan.
“Tim green community dan guru memanfaatkan air pompa seadanya. Beberapa tanaman disiram dan keadaan musim panas pompa air dimiliki sekolah dimanfaatkan pula untuk Mandi Cuci Kakus (MCK),” katanya.
Adanya kekeringan, sekolah hanya memanfaatkan air pompa dan beberapa tanaman mengalami kekeringan dan rumput sudah berwarna kecoklatan dikarenakan faktor alam.
Sementara itu, seluruh warga SMKN 3 di musim panas melarang keras memotong tanaman.
“Musim panas siswa menyiapkan seember air untuk menyiram tanaman,”ujar Kepala SMKN 3 Manado Drs Jeinner Rumerung.
Seember air yang disiapkan siswa agar tanaman tetap segar dan hijau. Namun di beberap tempat juga mengalami kekeringan.
Demikian Kepala SMAN 2 Manado, Drs Jimmy Kantale,MSi menuturkan bahwa faktor alam yang kita alami di seluruh Indonesia, tentunya adanya kekeringan yang dialami sebagai sekolah adiwiyata peran Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan tim green comunity untuk menjaga tanaman selalu disiram.
“Ini butuh kesadaran kita dalam menjaga kelestarian lingkungan sekolah di musim panas,” terangnya.
Menyadari musim panas yang kita alami bersama. Terlebih Kota manado tetap menjaga lingkungan disekitar terjaga. (tian)




















