Ketua IKAPTK Sulut : Pejabat Tunjukan Kinerja, Jangan hanya Carmuk

Manado – Pejabat di lingkungan Pemprov Sulut wajib menunjang program Tri Karya penjabat gubernur Sulut DR Soni Sumarsono. Dukungan tersebut dilakukan dengan menunjukkan kinerja yang baik sambil membuang kebiasaan buruk yaitu budaya menjilat, cari muka dan saling menjatuhkan.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPP-IKAPTK) Sulut, Drs Mecky Onibala kepada wartawan yang menemuinya di ruang kerja Dinas Pemuda dan Olahraga, Senin (12/10/15).

Menurutnya, Tri Karya Sumarsono, yakni, mengamankan dan mengawal pelaksanaan Pilkada agar berjalan dengan aman, damai dan menghasilkan pemimpin daerah baru berdasarkan pilihan rakyat, menjaga iklim kondusif pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan serta menjamin stabilitas yang selama ini telah dibangun, serta melaksanakan tugas tambahan penting yang diberikan pemerintah pusat yang bersifat khusus seperti membangun kawsan perbatasan, bisa tercapai bila pejabat di bawahnya kompak dan tidak saling menjatuhkan.

Lanjut dia, saling jegal antar pejabat merupakan penyakit yang bisa menggerogoti program kerja Gubernur Sumarsono. Karenanya harus direduksi bahkan dieliminir.

“Saya selalu mendoktrin diri saya untuk tidak iri dan menjelekkan orang lain demi memperoleh jabatan. Ini juga selalu saya tularkan kepada kolega-kolega saya termasuk para yunior dan bawahan saya,” ungkap mantan Kepala Inspektorat Sulut.

Menurut birokrat yang di era Gubernur SHS pernah diberikan kepercayaan menjadi Penjabat Bupati Minahasa Selatan ini, jabatan adalah kepercayaan yang diberikan atasan. Untuk mendapatkannya, tidak perlu dengan cara menjilat, cari muka (carmuk), menjelekkan orang lain atau cara negatif lainnya. “Bagi saya, sebagai aparatur pemerintahan, kita tunjukkan saja kinerja yang baik, loyalitas dan integritas. Pasti atasan tak segan memberikan kepercayaan kepada kita,” ujar Onibala.

Lanjut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini, pejabat itu harus jadi seperti pohon pisang yang walau ditebang akan kemnali bertunas, bertumbuh dan berbuah. Jangan menjadi pohon jati yang selain ditebang tidak akan bertumbuh, di mana ia tumbuh maka tanaman di sekitarnya tidak akan hidup. “Pesan saya yakni, jadilah pejabat yang menumbuhkan, mengkaderkan bukan mematikan teman-teman lain,” tandas Onibala.

Tinggalkan Balasan