by

Ketua PAMI Sulut Ditangkap Barracuda Polda

Oknum Ketua PAMI Sulut, MP alias Pandairoot saat diperiksa di Mapolda Sulut.
Oknum Ketua PAMI Sulut, MP alias Pandairoot saat diperiksa di Mapolda Sulut.
Manado – Oknum Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) DPD Sulawesi Utara (Sulut), MP alias Pandeiroot ditangkap tim Barracuda Polda Sulut, Senin (01/06/2015) malam, di Kota Tomohon.

Penangkapan Oknum Ketua PAMI Sulut tersebut, bersama beberapa rekannya, karena terlibat kasus pemerasan dengan menyamar sebagai Tim Barracuda gadungan Polda Sulut.

Tak hanya itu, Pandeiroot terungkap pula memaksa seorang ibu rumah tangga cantik di Kota Bunga untuk melayani nafsu bejatnya alias mengajak hubungan intim korban pemerasan itu.

Namun mengenai oknum Ketua PAMI yang ditangkap itu, kemudian dibantah Ketua DPP PAMI, Noldi Pretasis. Dirinya menilai oknum tersebut telah merusak nama baik PAMI. “Mereka tidak terdaftar sebagai anggota PAMI, sudah jelas mereka memalsukan dokumen di notaris dan dokumen angaran dasar milik PAMI. Ini yang menjadi pertanyaan, karena pendiri PAMI tidak pernah bertanda tangan di notaris untuk orang-orang yang tidak jelas,” tegasnya.

Ia berharap Polda Sulut mengusut tuntas kasus pemerasan yang dilakukan oknum tersebut karena mencoreng nama baik Tim Barracuda. “Permasalahan ini adalah permasalahan moral, saya kira kalau berbuat baik untuk masyarakat tidak masalah. Tetapi tidak berbuat walaupun kita baik, tetap saja tidak diakui oleh masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.

Diketahui, MP alias Pandeiroot (40), warga Langowan, bersama beberapa teman lainnya menyamar menjadi Tim Barracuda gadungan Polda Sulut dengan melakukan pemerasan kepada warga.

Hal ini terungkap ketika, Nita Sepang (38), ibu muda cantik yang berdomisili di Kota Tomohon nyaris saja menjadi korban tim gadungan tersebut dengan melakukan pemerasan. Malah, Nita dipaksa Pandeiroot untuk melakukan hubungan badan alias indehoi di sebua hotel di Kota Bunga, sebelum kemudian diringkus oleh tim Barracuda Polda Sulut.

Informasi yang didapatkan cybersulutnews.co.id, sebelum tertangkap pada Senin (01/06/2015) malam, Pandeiroot Cs ini layaknya tim Barracuda Polda Sulut melakukan razia di Kota Tomohon.

Pelak saja, Pandeiroot bersama dua rekannya yakni, Jems Worek alias Glen dan Syaifudin Hadju alias Udin, Sabtu (30/05/2015) lalu, melakukan operasi pesta minuman keras (Miras) di kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara dan mengamankan beberapa pemuda di daerah tersebut termasuk Nita.

Karena takut ditangkap, Nita akhirnya mengajak Barracuda gadungan itu untuk negosiasi. Dari hasil negosiasi yang dilakukan, pelaku mengatakan akan melepaskan Nita dan rekan-rekannya apabila memberikan uang sebesar Rp 2 juta.

Nita pun menyanggupi permintaan dari pelaku dan memberikan uang Rp 1 juta, dengan perjanjian akan memberikan sisa uang Rp 1 jutanya lagi akan diserahkan pada Senin nanti.

Ketika melakukan pertemuan kedua, bukan hanya uang yang diminta, Barracuda gadungan itu malah mengajak Nita melakukan hubungan seks hingga akhirnya ditangkap.

“Saya percaya mereka adalah Barracuda karena badan mereka kekar seperti polisi. Mereka juga mengaku pernah menangkap perwira di Tomohon karena telah melakukan kesalahan,” terang Nita.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sulut, Kombes Pol Hilman ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan pihaknya telah mengamankan Barracuda gadungan di Tomohon.

Meski begitu kata Hilman, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut serta melakukan pengembangan terkait laporan masyarakat soal adanya Barracuda gadungan. “Kita masih dalami kasus itu dan melakukan pengembangan. Kalian tenang saja kasus itu pasti akan kita proses,” kata Hilman.

Ditempat terpisah, Komandan Tim (Dantim) Barracuda, Kompol Arya Perdana mengatakan pihaknya sudah mengamankan pelaku. “Pelaku sudah kami amankan dan dilakukan penyelidikan serta pengembangan,” terang Arya. (jenglen manolong)

Comment

Leave a Reply

News Feed