Kotoran Kuda di Jalanan Tondano Ancam Kesehatan Warga

Minahasa – Kotoran kuda yang jatuh dari sebagian alat transpotasi ‘Bendi’ yang beroperasi di Kota Tondano, ancam kesehatan warga sekitar. Pasalnya, pada kemarau berkepanjangan ini, kotoran kuda yang jatuh dari Bendi, selain mengotori jalan juga menjadi kering dan beterbangan sampai terhirup manusia.

Ini disebabkan karena beberapa oknum kusir Bendi diduga kerap membuang limbah atau kotoran kuda secara sembarangan, atau bahkan ada yang disinyalir sengaja tidak menggunakan penampung kotoran kuda di Bendi yang dikendarainya.

“Sangat terganggu memang dengan keberadaan kotoran kuda di jalanan ini, karena sangat berpengaruh pada kesehatan. Kami bukan bermaksud mengusik mata pencaharian orang lain, hanya saja kusir Bendi harus juga memperhatikan lingkungan. Kami berharap pihak terkait dapat mengambil kebijakan untuk hal ini,” ujar Jerry Korompis, warga Tondano.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minahasa, Sibby Sengke, ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id, Rabu (16/09), mengakui akan hal ini. Menurutnya, masalah ini memang sudah menjadi masalah klasik di Tondano dan Langowan.

“Kami akui memang banyak warga yang mulai mengeluhkan masalah kotoran kuda ini. Sehingga kami berencana akan mengumpulakn kembali para kusir Bendi di Tondano bahkan di tempat lain seperti Langowan, untuk memberikan pengarahan lagi terkait hal ini,” ujarnya.

Menurut Siby, sebelumnya pihaknya juga sudah pernah mengumpulkan para kusir Bendi di Minahasa karena persoalan kotoran kuda ini. Namun, akhir-akhir ini menurutnya para kusir Bendi mulai tak memperhatikannya lagi.

“Selain mengganggu kesehatan, kotoran kuda ini juga merusak estetika Kota Tondano. Kami akan kembali mempertegas akan hal ini, bila tidak diindahkan maka kami akan melakukan tindakan tegas,” tukasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan