
MITRA-Polemik Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terus terasa bagi warga. Bukan hanya mengalami kenaikan harga, namun pasokan BBM pun mulai berkurang. Hal ini dialami para nelayan di Pelabuhan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Menurut para nelayan, mereka mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari mereka,karena perahu yang dipakai seringkali tidak dapat beroperasi karena tidak ada bahan bakar. Hal itu terjadi karena pasokan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang berada di lokasi pelelangan ikan di Pelabuhan Belang sangat kurang.
“Kadangkala kami tidak kebagian solar karena pasokannya sangat sedikit. Ditambah lagi, dalam seminggu SPBN tersebut hanya beroperasi satu hingga dua kali,” keluh Syarif, salah satu nelayan di Pelabuhan Belang.
Sementara itu, Chandra, salah satu penjual ikan di tempat pelelangan Belang mengatakan, akibat dari kesulitan yang dialami oleh para nelayan tersebut berdampak pada harga ikan yang akan dijual. “Pasca kenaikan harga dan berkurangnya pasokan BBM di SPBN Belang, harga ikan pun melejit naik,” ungkapnya.
Menurutnya, kalau sebelumnya harga ikan Rp16 ribu per kilo kini menjadi Rp25 ribu per kilo. “Kenaikan harga ini terjadi karena stok ikan sudah berkurang. Stoknya berkurang karena sudah sedikit perahu nelayan yang beroperasi,” pungkasnya.(Alfian Jay)


























