
“Tadi malam (Rabu -red) saya tiba di rumah pada tengah malam sekitar jam 23.00 wita, jalan gelap. Namun paginya saya lihat lampu menyala. Nah sudah pukul 12.00 wita lewat, lampu justru masih menyala. Saya perkirakan lampu jalan ini menyala pada subuh,” kata Mareyke, warga yang berdomisili di Kelurahan Luaan Kecamatan Tondano Timur, Kamis (22/01).
Ia menuturkan beberapa waktu lalu saat perayaan Natal, kerabatnya pernah menelpon salah satu pegawai di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minahasa agar membantu menyalakan lampu jalan karena mengganggu acara perayaan Natal dengan kondisi jalan yang gelap.
“Tak berapa lama, lampu jalan menyala. Nah sesudah itu kembali lagi, lampu mati kalau sudah malam,” lanjut Mareyke.
Menurutnya, sudah beberapa kali ia bersama warga lainnya mengeluhkan lewat pemberitaan media, namun sampai sekarang tak ada tindak lanjut.
“Sebenarnya hal seperti ini mungkin dianggap kecil oleh pemerintah, namun sangat berdampak bagi kenyamanan lingkungan. Bisa saja memacu tindak kriminal dan kecelakaan lalu lintas akibat jalan gelap,” tegasnya lagi.
Ia malah menyebut pemerintahan Bupati Jantje Wowoling Sajouw dan Ivan Sarundajang tak memperhatikan pembenahan infrastruktur di Minahasa khususnya Tondano.
“Ini salah satu tanda, Bupati dan Wabup memang tak peduli dan tak membuktikan usaha mereka untuk merubah Minahasa. Sudah dua tahun memimpin, Minahasa tak ada perubahan,” ketusnya. (maria)


























