Minahasa – Keberadaan lampu penerangan jalan di jalur utama Kelurahan Tataaran Patar menuju Tataaran Dua, Kecamatan Tondano Selatan, disoal warga. Pasalnya, hingga kini kondisi lampu jalan tersebut memprihatinkan karena tidak lagi menyala, sehingga suasana di wilayah tersebut bila malam nampak mencekam.
Keluhan warga ini terungkap kala Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa, dengan perwakilan masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kecamatan Tondano Raya, yang digelar di Balai Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tondano Utara, Selasa (20/10) pagi.
Warga Kelurahan Tataaran Patar, Deify Kemur (50-an), menuturkan, janji Pemkab Minahasa akan memasang lampu solarcell sangat baik. Namun dirinya menyayangkan bila lampu penerangan jalan yang sudah ada dibiarkan mubasir tak dirawat.
“Lampu jalan di wilayah ini sebenarnya sudah ada tapi tak lagi terawat atau sudah dibiarkan pemerintah. Sehingga hal ini akhirnya berdampak pada Kamtibmas. Apalagi, wilayah tersebut merupakan daerah yang kerap terjadi kasus perkelahian, seperti pernah terjadi belum lama ini,” ujar Deify.
Terkait hal ini, Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, yang kala itu memimpin langsung rakor tersebut mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat ini dengan mengganti lampu yang tak lagi menyala itu dengan solarcell.
“Soal lampu jalan di Tataaran Patar, target kami tahun ini rencananya akan dipasang solarcell untuk mengganti lampu jalan yang sudah tak lagi menyala. Jadi, kalau menggunakan solarcell ini tak lagi bergantung pada listrik PLN sehingga akan terus menyala setiap malam sehingga wilayah ini akan terang terus setiap malam,” tukas JWS, sembari menambahkan bila tahun depan akan ditambah lagi pemasangan solarcell yang dianggarkan pada APBD 2016.(fernando lumanauw)




















