Manado – Angin segar bagi pengembangan pariwisata daerah Nyiur Melambai. Menyusul, pengelolaan kawasan wisata bahari pulau Bunaken, Manado Tua dan Siladen, disetujui pemerintah pusat untuk dikelola daerah.
Kepastian kabar baik ini, setelah pertemuan khusus membahas Taman Laut Bunaken itu, berlangsung di lantai II Kantor Menko Kemaritiman, di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) I, Jalan MH Thamrin Nomor 8 Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/06/2017).
“Usulan pak Gubernur agar pulau Bunaken, Manado Tua dan Siladen untuk diserahkan pengelolaannya ke daerah, untuk memudahkan pengelolaannya dalam menunjang sector pariwisata, diterima Pak Menko dan akan diproses lanjut pengelolaannya ke daerah,” jelas juru bicara Pemprov Sulut, Roy Saroinsong kepada wartawan melalui siaran pers, Senin (12/06) malam.
Dikatakan, pertemuan Gubernur Olly Dondokambey dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan diikuti Danlantamal, Rektor Unsrat, Kepala Bappeda Sulut, Kadis Perikanan, Kadis LH, Kadis Pariwisata, Kadis Kehutanan,dan anggota Dewan Sulut Rocky Wowor.
Seperti diketahui, pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut, merupakan tindak lanjut pernyataan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat berkunjung ke Sulut, April lalu.
Pasca disetujuinya pengelolaan kawasan wisata bahari pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, tentunya semakin membumikan Sulut- Nyiur Melambai sebagai central tourism di kawasan Timur Indonesia. Hasrat menjadikan Sulut sebagai second Bali bakal terwujud.
Tentunya semua ini, tak lepas dari perjuangan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) yang menjadikan pariwisata sebagai primadona Sulut.



















